Advertorial

DPRD Samarinda

Dua Anggota Dewan Komentari Aspek Budaya dan Seni di Samarinda, Dorong Hal Ini

Kamis, 23 April 2026 19:28

Legislator di DPRD Samarinda, Celni Pita Sari dan Yakob Pangedongan/ Kolase Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Upaya memperkuat sektor seni dan budaya di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD.

Komisi IV DPRD Kota Samarinda menggelar audiensi bersama Sanggar Paduan Suara Borneo Cantata di Ruang Rapat Utama Lantai II DPRD Samarinda, Kamis (23/4/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka antara legislatif dan pelaku seni, terutama untuk mendengar langsung kondisi serta tantangan yang dihadapi sanggar yang telah hampir dua dekade berkarya tersebut.

Borneo Cantata, Dari Samarinda ke Panggung Internasional

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Yakob Pangedongan, mengaku terkesan dengan capaian Borneo Cantata yang tidak hanya aktif di daerah, tetapi juga pernah menembus panggung internasional.

“Alhamdulillah kita bisa bertemu langsung. Dari paparan tadi, mereka sudah punya banyak prestasi, bahkan pernah tampil di Korea Selatan dalam undangan terbatas yang hanya diikuti lima negara. Ini luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa potensi seni dari Samarinda sebenarnya sangat besar, hanya saja masih membutuhkan dukungan yang lebih serius dari pemerintah daerah.

Dukungan Pemerintah Dinilai Masih Belum Maksimal

Meski memiliki prestasi, Yakob menilai perhatian pemerintah terhadap sanggar seni seperti Borneo Cantata masih belum optimal.

Ia menyoroti bahwa banyak anggota sanggar berasal dari latar belakang sosial ekonomi yang beragam, sehingga keterbatasan menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan potensi.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Mereka punya kemampuan besar, tapi ruang geraknya masih terbatas. Karena itu pemerintah harus hadir,” tegasnya.

DPRD Dorong Bantuan Nyata, Termasuk Anggaran Operasional

Dalam audiensi tersebut, juga muncul komitmen dari pimpinan DPRD, termasuk Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, yang disebut akan mengupayakan dukungan anggaran untuk operasional dan pembinaan Borneo Cantata.

“Sudah ada statement dari Ibu Wakil Ketua bahwa akan diupayakan alokasi anggaran. Ini penting karena mereka adalah aset daerah bahkan bisa jadi aset nasional,” tambah Yakob.

DPRD berharap dukungan tersebut bisa menjadi titik awal penguatan ekosistem seni di Samarinda agar lebih berkelanjutan.

Celni Pita Sari: Budaya Harus Jadi Sumber PAD Samarinda

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, menegaskan bahwa sektor kebudayaan tidak hanya soal pelestarian, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan tepat.

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memetakan kembali seluruh potensi budaya lokal yang dimiliki Samarinda.

“Langkah pertama tentu kita harus memetakan dulu potensi budaya yang ada. Dari situ baru bisa ditentukan strategi pengembangannya,” ujarnya.

Ia menilai, Samarinda masih tertinggal dibanding beberapa daerah lain dalam pengelolaan budaya sebagai sektor strategis. Padahal, jika digarap serius, budaya bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus daya tarik wisata.

Belajar dari Daerah Lain yang Sudah Lebih Maju

Celni mencontohkan daerah seperti Kutai Kartanegara dan Kutai Timur yang dinilai sudah lebih progresif dalam mengalokasikan anggaran untuk kebudayaan.

Menurutnya, keberpihakan anggaran tersebut terbukti mampu menggerakkan ekosistem seni sekaligus meningkatkan kunjungan wisata.

Dari audiensi ini, terlihat jelas bahwa potensi seni di Samarinda sebenarnya besar, bahkan sudah mampu menembus panggung internasional.

Namun tanpa dukungan nyata, terutama dari sisi anggaran dan kebijakan, potensi tersebut bisa berjalan di tempat.

DPRD Samarinda kini mendorong agar sektor budaya tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai aset strategis daerah yang bisa berdampak langsung pada ekonomi dan identitas kota. (adv)

Tag

MORE