Mereka menjadi pengingat akan keseimbangan yang hilang, sekaligus penjaga nilai-nilai kebudayaan yang nyaris terlupakan.
Baca juga:
Cinta, Kritik Sosial, dan Pesan Ekologis
Pertunjukan berdurasi hampir dua jam ini membawa pesan kuat: ketika manusia menjauh dari alam dan seninya, sejatinya ia sedang kehilangan dirinya sendiri.
Melalui cerita cinta yang sarat konflik dan kritik sosial, “RANAM BANUA” mengajak penonton untuk merenungi kembali arti keseimbangan hidup.
Visual panggung yang penuh warna dan alunan musik khas Dayak memberi pengalaman emosional yang mendalam.
Tepuk tangan meriah dari ratusan penonton menjadi bukti bahwa karya ini sukses menyentuh hati dan membangkitkan kebanggaan terhadap budaya Kalimantan Timur.
Tag



