Advertorial

DPRD Samarinda

DPRD Ragu Laporan 100 Persen Pembangunan Sekolah di Samarinda, Pengecekan Dapatkan Hasil Berbeda

Jumat, 1 Mei 2026 17:34

Anggota DPRD Samarinda, Abdul Rohim/ IST

ARUSBAWAH.COLaporan kinerja sektor pendidikan di Kota Samarinda kembali jadi sorotan.

Anggota DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengungkap adanya ketidaksesuaian antara laporan resmi dengan kondisi di lapangan.

Dalam dokumen dari Dinas Pendidikan, capaian pembangunan sekolah disebut telah mencapai 100 persen.

Angka itu seolah memberi gambaran bahwa seluruh proyek telah tuntas.

Namun saat ditelusuri langsung, cerita yang ditemukan tidak sepenuhnya sama.

Pansus LKPJ Turun Lapangan, Temukan Proyek Belum Selesai

Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Samarinda sengaja mengambil sejumlah sampel proyek pembangunan sekolah untuk diuji.

Tujuannya sederhana: memastikan apakah laporan benar-benar sesuai dengan realita.

Hasilnya, beberapa proyek ternyata masih menyisakan pekerjaan.

Persentase penyelesaiannya bahkan masih berkisar antara 70 hingga 90 persen.

“Kalau di laporan terlihat selesai semua. Tapi saat kami cek langsung ternyata masih ada yang belum rampung,” ujar Abdul Rohim.

Target Desember 2025 Tak Sepenuhnya Tercapai

Proyek-proyek tersebut sejatinya ditargetkan rampung pada Desember 2025, sesuai dengan tahun anggaran yang telah ditetapkan.

Namun, pelaksanaan di lapangan menghadapi sejumlah kendala teknis yang tidak terantisipasi sejak awal.

Salah satu temuan penting adalah adanya kebutuhan tambahan pada struktur fondasi bangunan.

Perencanaan awal ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi tanah di lokasi proyek.

Akibatnya, panjang fondasi harus ditambah. Perubahan ini berdampak langsung pada penggunaan anggaran yang membengkak.

“Dana yang tersedia akhirnya tidak cukup untuk menyelesaikan keseluruhan pembangunan,” jelasnya.

Transparansi Laporan Kini Dipertanyakan

Temuan ini membuat Pansus LKPJ DPRD Samarinda bersiap melakukan pencocokan lebih lanjut dengan dokumen LKPj Wali Kota.

Langkah ini penting untuk memastikan apakah kondisi proyek yang belum rampung sudah dilaporkan secara transparan atau belum.

Bagi DPRD, persoalan ini bukan sekadar angka dalam laporan.

Ada harapan masyarakat yang bergantung pada fasilitas pendidikan yang layak—dan itu belum sepenuhnya terpenuhi.

Di titik ini, pertanyaannya sederhana: apakah laporan sudah mencerminkan kenyataan, atau masih menyisakan celah yang perlu dibuka lebih jauh? (adv)

Tag

MORE