Tak hanya itu, penguatan konektivitas wilayah ini juga dinilai strategis karena Mahakam Ulu merupakan daerah perbatasan Indonesia–Malaysia yang membutuhkan akses transportasi yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan wilayah perbatasan secara berkelanjutan.
Kendala Pembangunan Masih Berat
Pembangunan infrastruktur jalan di kawasan ini menghadapi tantangan serius, mulai dari kontur perbukitan, tanah labil, hingga curah hujan tinggi yang memicu longsor.
Selain itu, keterbatasan alat berat serta tingginya biaya logistik pembangunan di wilayah terpencil menjadi hambatan utama percepatan proyek.
DPRD Mahakam Ulu menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak bisa hanya mengandalkan APBD daerah, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui APBN.
Kolaborasi pendanaan dinilai menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.
Selama ini, masyarakat di kawasan Long Bagun–Long Pahangai–Long Apari masih sangat bergantung pada transportasi sungai dan jalur terbatas yang ada.
Pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan jalan dapat segera dilakukan agar konektivitas antarwilayah di Mahakam Ulu tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi alam. (red)
Tag




