ARUSBAWAH.CO - Rencana pembangunan ruas jalan kawasan perbatasan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mendapat respons positif dari Ketua DPRD Mahakam Ulu, Devung Paran.
Devung bahkan turun langsung menyambangi Kantor BBPJN Kaltim di Balikpapan untuk menyampaikan dukungan sekaligus menyerahkan dokumen kebutuhan pembangunan ruas jalan lain yang diharapkan bisa ikut dibiayai melalui APBN.
Proyek Jalan Tering–Long Bagun 7 Masuk Paket Strategis BBPJN
Dalam perencanaan hingga 2027, BBPJN Kaltim telah menyiapkan Paket Pembangunan Jalan Tering–Long Bagun 7, yang menjadi bagian penting dalam membuka konektivitas darat antara Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu.
Proyek ini mencakup pembangunan jalan sepanjang 8,875 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Long Hubung menuju Ujoh Bilang dengan konstruksi perkerasan fleksibel atau aspal.
Nilai proyek tersebut mencapai sekitar Rp149 miliar yang bersumber dari pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan ditargetkan rampung pada akhir 2027.
“Ya kami harap pekerjaan ini bisa terjadwal dan bisa diselesaikan sesuai waktu,” ujar Devung Paran.
Dorong Percepatan Jalan Long Bagun–Long Pahangai–Long Apari
Selain mendukung proyek Tering–Long Bagun, DPRD Mahakam Ulu juga mendorong pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan ruas Long Bagun–Long Pahangai–Long Apari.
Ruas jalan ini merupakan jalur vital di wilayah hulu Sungai Mahakam yang selama ini masih sulit diakses, terutama saat musim hujan akibat kondisi tanah labil, rawan longsor, serta minimnya infrastruktur permanen.
Long Bagun – Long Pahangai – Long Apari menjadi tiga wilayah yang sangat bergantung pada akses darat untuk distribusi logistik, layanan publik, hingga mobilitas masyarakat.
DPRD: Jalan Ini Soal Keadilan Pembangunan
Devung Paran menegaskan bahwa pembangunan jalan di Mahakam Ulu tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keadilan pembangunan bagi masyarakat pedalaman dan wilayah perbatasan.
Menurutnya, kondisi jalan saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terus berkembang di kawasan tersebut.
“Jalan ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keadilan pembangunan. Masyarakat di hulu Mahakam juga berhak mendapatkan akses yang layak seperti wilayah lain,” tegasnya.
Alasan Percepatan Pembangunan Dibutuhkan
Devung menilai percepatan pembangunan jalan Long Bagun–Long Pahangai–Long Apari perlu menjadi prioritas nasional dengan dukungan APBN.
Beberapa alasan utamanya ia turut kemukakan.
"Karena jalur tersebut berperan besar dalam membuka keterisolasian wilayah pedalaman sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dasar di kawasan hulu Mahakam," jelansya,
Selain itu, pembangunan jalan ini juga dianggap dapat memberikan dampak langsung terhadap efisiensi distribusi logistik.
Devung menilai, dengan akses yang lebih baik, biaya transportasi diharapkan bisa ditekan sehingga berpengaruh pada stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat di wilayah pedalaman.
Dari sisi pelayanan publik, keberadaan jalan yang layak juga akan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, hingga administrasi pemerintahan yang selama ini masih terkendala oleh terbatasnya infrastruktur.
Tak hanya itu, penguatan konektivitas wilayah ini juga dinilai strategis karena Mahakam Ulu merupakan daerah perbatasan Indonesia–Malaysia yang membutuhkan akses transportasi yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan wilayah perbatasan secara berkelanjutan.
Kendala Pembangunan Masih Berat
Pembangunan infrastruktur jalan di kawasan ini menghadapi tantangan serius, mulai dari kontur perbukitan, tanah labil, hingga curah hujan tinggi yang memicu longsor.
Selain itu, keterbatasan alat berat serta tingginya biaya logistik pembangunan di wilayah terpencil menjadi hambatan utama percepatan proyek.
DPRD Mahakam Ulu menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak bisa hanya mengandalkan APBD daerah, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui APBN.
Kolaborasi pendanaan dinilai menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.
Selama ini, masyarakat di kawasan Long Bagun–Long Pahangai–Long Apari masih sangat bergantung pada transportasi sungai dan jalur terbatas yang ada.
Pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan jalan dapat segera dilakukan agar konektivitas antarwilayah di Mahakam Ulu tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi alam. (red)




