Advertorial

DPRD Kaltim Dukung Penuh Proyek Kolam Retensi sebagai Solusi Atasi Banjir Samarinda

Sabtu, 7 Juni 2025 8:22

POTRET - Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis (Foto: Instagram @ananda_moeis)

ARUSBAWAH.CO - Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menanggulangi banjir lewat pembangunan kolam retensi mendapat apresiasi dan dukungan kuat dari DPRD Kalimantan Timur (Kaltim).

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menilai program tersebut sebagai solusi nyata yang harus dijalankan dengan perencanaan matang dan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran.

"Kolam retensi ini merupakan pendekatan yang sangat rasional untuk mengatasi banjir, terutama saat hujan deras melanda," ujar Nanda, Rabu (28/5/2025).

Ia menjelaskan, daya tampung kolam retensi yang besar bisa menjadi penampung utama air hujan dari kawasan padat penduduk yang rentan banjir.

Maka dari itu, ia menekankan pentingnya menjadikan proyek ini sebagai prioritas.

Namun tak hanya itu, Nanda mengingatkan bahwa penanganan banjir tak cukup dengan solusi teknis saja.

Ia mendorong perlunya penyusunan blueprint atau peta jalan yang menyeluruh agar upaya ini tidak bersifat sesaat.

"Persoalan banjir di Samarinda ini sudah seperti ritual tahunan. Kita tidak bisa terus-menerus berpikir jangka pendek. Harus ada strategi jangka panjang yang terukur dan berkelanjutan," tegasnya.

Dari sisi kebijakan, Nanda memastikan DPRD Kaltim akan berada di garda depan dalam mendukung penganggaran, baik untuk pembangunan kolam retensi, perbaikan saluran drainase, maupun program pengendalian air lainnya.

"Anggaran akan kami dorong semaksimal mungkin, karena ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan masyarakat," katanya.

Seperti diketahui, banjir menjadi momok tahunan di Kota Samarinda, terutama saat curah hujan tinggi. Wilayah pusat kota pun tak luput dari genangan yang kerap mengganggu aktivitas warga dan merugikan secara ekonomi.

Sebagai respons, Pemkot Samarinda tengah menyiapkan pembangunan kolam retensi di berbagai titik rawan banjir, dengan harapan bisa menjadi pondasi utama sistem pengendalian air jangka panjang.

“Dengan infrastruktur ini, kita ingin membangun sistem yang bukan hanya responsif, tapi juga tahan uji waktu,” tutup Nanda. (adv)

Tag

MORE