Advertorial

DPRD Kaltim

DPRD Kaltim Angkat Catatan atas Rencana Sawah Kodam VI di Eks Tambang

Rabu, 10 Desember 2025 11:56

PROYEK - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Guntur/ Foto: HO

ARUSBAWAH.CO - Rencana Kodam VI Mulawarman memanfaatkan lahan bekas tambang sebagai area persawahan memang memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, namun langkah tersebut tidak berjalan tanpa pengawasan. 

DPRD Kaltim melalui Anggota Komisi II, Guntur, menegaskan bahwa gagasan tersebut memiliki peluang besar untuk mendongkrak produksi pangan daerah, tetapi hanya dapat dilakukan jika kondisi tanah yang ditinggalkan aktivitas pertambangan benar-benar dipulihkan secara menyeluruh. 

Ia mengingatkan bahwa lokasi eks tambang biasanya mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat langsung dimanfaatkan sebagai lahan tanam.

Guntur menjelaskan bahwa proses awal yang harus dijalankan bukanlah persiapan budidaya, melainkan analisis kualitas tanah secara lengkap. 

Pemeriksaan tingkat keasaman, ketersediaan unsur hara, dan kelayakan struktur tanah menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan. 

Dalam pandangannya, seluruh upaya menuju peningkatan produksi baru bisa dibicarakan setelah pemulihan tanah dilakukan dengan benar. 

“Yang terpenting adalah memastikan kondisi tanahnya pulih terlebih dahulu. Setelah itu baru kita bicara soal produksi,” ujarnya. 

Jika hasil evaluasi menunjukkan adanya ketidakseimbangan unsur, maka proses penetralan harus menjadi prioritas. 

Ia menilai penggunaan kompos sebagai bahan perbaikan tanah merupakan metode yang terbukti membantu mengembalikan kesuburan sekaligus memperbaiki struktur fisiknya.

Selain pendekatan biologis tersebut, Guntur juga mendorong pemakaian teknologi pertanian modern untuk membantu percepatan pemulihan. 

Mulai dari mekanisasi pengolahan lahan hingga sistem budidaya presisi disebutnya dapat memberikan hasil yang lebih efektif dan efisien.

“Dengan teknologi yang tepat, proses pemulihan lahan bisa berlangsung lebih cepat dan efisien,” katanya. 

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak berada pada cepatnya perluasan persawahan, melainkan pada ketelitian semua pihak dalam mengikuti prinsip ilmiah pemulihan lahan. 

Ia menegaskan bahwa tanpa proses yang benar, target peningkatan produksi hanya akan menjadi angka tanpa dasar yang kuat. (adv)

Tag

MORE