Advertorial

Diskominfo Kaltim

DPK Kaltim Gencarkan Literasi Digital lewat Aplikasi Pustaka Borneo di Balikpapan

Upaya Digitalkan Naskah Kuno dan Warisan Budaya Kalimantan

Sabtu, 9 Agustus 2025 12:24

FOTO BERSAMA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat literasi digital dengan meluncurkan aplikasi Pustaka Borneo di Kota Balikpapan/ HO

ARUSBAWAH.CODinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat literasi digital dengan meluncurkan aplikasi Pustaka Borneo di Kota Balikpapan, Kamis (7/8).

Kepala Bidang Deposit, Pelestarian, dan Pengembangan Koleksi Bahan Perpustakaan DPK Kaltim, Endang Effendi, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan mendigitalkan sekaligus memperluas akses terhadap koleksi naskah kuno serta warisan budaya khas Kalimantan yang mulai terancam punah.

Pustaka Borneo: Platform Arsip Digital Warisan Budaya

Pengembangan aplikasi Pustaka Borneo didasarkan pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, serta Surat Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional yang menunjuk Kalimantan Timur sebagai pusat koordinator pelestarian budaya se-Kalimantan.

Hal ini memberikan mandat kepada DPK Kaltim untuk menghimpun dan mengarsipkan warisan budaya dari seluruh provinsi di Kalimantan.

Konten dan Sasaran Pengguna

Endang menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga masyarakat umum.

Beragam konten disajikan, meliputi sejarah lokal seperti julukan Balikpapan sebagai Kota Minyak, asal-usul nama kampung tua, hingga kesenian langka seperti tarian Hudoq dan musik tradisional yang mulai terlupakan oleh generasi muda.

Fokus pada Naskah Kuno dan Proses Kurasi

Naskah kuno yang menjadi fokus adalah manuskrip tulisan tangan berusia lebih dari 50 tahun yang belum pernah diterbitkan.

Semua konten—baik berupa narasi, dokumen, maupun rekaman—akan melalui proses kurasi dan verifikasi ketat sebelum ditampilkan, guna memastikan keakuratan dan kualitas informasi.

Partisipasi Publik dan Kolaborasi untuk Memperkaya Konten

DPK Kaltim mengajak masyarakat luas untuk berkontribusi dengan menyediakan dokumen atau pengetahuan sejarah yang dapat didigitalkan tanpa harus menyerahkan fisik asli.

Selain itu, kolaborasi dengan komunitas, sejarawan, dan peneliti juga sangat didorong untuk memperkaya isi aplikasi.

"Perpustakaan kini bukan hanya tempat membaca, tetapi pusat revitalisasi warisan budaya. Melalui Pustaka Borneo, kami ingin menjaga memori kolektif agar generasi mendatang tidak kehilangan akar budayanya," ujar Endang Effendi. (adv)

Tag

MORE