ARUSBAWAH.CO - Wahyudi resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Kalimantan Timur untuk periode 2025-2028.
Ia menang dalam pemilihan melalui voting Musyawarah Daerah (Musda) XII yang digelar di Harris Hotel, Kamis (23/10/2025).
Direktur Utama PT. Berlian Land ini mengungguli beberapa rivalnya, dan berhasil mendapatkan suara 46-31.
Setelah terpilih, Wahyudi bersama pengurus baru dilantik oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI, Joko Suranto, dilanjutkan dengan penandatanganan dan penyerahan surat keputusan (SK).
Fokus Program Kerja: 100.000 Rumah untuk MBR
.webp)
Usai pelantikan, Wahyudi memaparkan sejumlah program kerja strategis selama masa jabatannya.
Salah satu fokus utama adalah membangun 100.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kalimantan Timur.
"Target ini sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Kaltim, khususnya dari Pak Gubernur. Kami ingin memberikan peluang bagi developer lain untuk ikut serta dalam peningkatan produksi rumah, karena hal ini sangat penting bagi masyarakat," ujar Wahyudi.
Sebagai langkah awal, Wahyudi akan melakukan pemetaan lahan untuk mengetahui potensi yang dimiliki masing-masing developer, sekaligus mempermudah proses perizinan.
Ia menekankan perlunya dukungan pemerintah daerah mengingat kompleksitas regulasi yang ada saat ini.
"Kami memahami beberapa regulasi sulit dijalankan, sehingga dukungan dari Pemprov Kaltim, kabupaten/kota, dan pihak terkait sangat diperlukan. Terutama untuk suplai bahan bangunan di sekitar wilayah Kalimantan Timur," jelas Wahyudi.
- Bangun Rumah di Kaltim Tak Semudah Membangun Tembok: “Pajak, Air, dan Listrik Bikin Lelah” (Part 2)
- Target 100 Ribu Rumah Terbangun di Kaltim dalam 5 Tahun, REI Blak-blakan Ajak Pemerintah dan Perbankan Cari Solusi (Part 1)
- REI Dorong Pemerintah Bikin Breakthrough untuk Industri Properti Bumi Etam! Potensi Gerakkan Ekonomi Daerah
Gandeng Generasi Muda Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Selain target jangka panjang, Wahyudi juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam industri properti.
Ia berencana melibatkan anak muda di berbagai divisi, dengan bimbingan dari para senior, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal lebih cepat.
"Dengan keterlibatan generasi muda, kami optimis dalam lima tahun ke depan DPD REI Kaltim bisa mewujudkan target 100.000 unit rumah untuk masyarakat," kata Wahyudi.
Ia menambahkan, kunci keberhasilan program ini adalah kebersamaan dan kerja tim.
"Kaum muda harus optimis. Tidak ada yang bisa tercapai tanpa kerja sama. Semua harus dilakukan bersama-sama," pungkasnya.
Potensi Besar Gerakkan Ekonomi Daerah
Sementara itu, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto yang turut hadir pada Musda XII REI Kaltim menuturkan bahwa ada potensi besar sektor properti sebagai industri padat karya yang mampu menggerakkan rantai ekonomi daerah.
Dari produksi bahan bangunan, serapan tenaga kerja, hingga efek sosial seperti pengurangan stunting dan penurunan angka kemiskinan.
Menurutnya, pembangunan rumah rakyat bukan hanya proyek fisik, tapi kebijakan strategis untuk mendistribusikan kekayaan nasional secara lebih merata.
“Program tiga juta rumah dari Presiden Prabowo itu bagian dari instrumen untuk menetaskan kemiskinan. Tapi kalau Kaltim ingin mendapat manfaat maksimal, harus ada breakthrough. Karena industri SDA di sini sudah menghasilkan ratusan triliun, tapi dampak positifnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat,” tegasnya. (pra)




