ARUSBAWAH.CO - Di tengah gelombang penghematan besar-besaran yang mulai diterapkan sejumlah kepala daerah di Indonesia, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, justru mengklaim Kaltim sudah lebih dulu menjalankan pola efisiensi itu bahkan sebelum pemerintah pusat mengumumkan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) pada 2026 mendatang.
Langkah efisiensi ini kini menjadi perbincangan di banyak daerah.
Di Jawa Barat, misalnya, Gubernur Dedi Mulyadi secara tegas memangkas habis anggaran konsumsi dalam setiap rapat.
Tak ada lagi nasi kotak, tak ada snack, hanya air putih yang tersisa di meja rapat.
Bahkan, perjalanan dinas ASN juga disapu bersih tanpa kompromi.
Hal serupa dilakukan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Ia akan memangkas anggaran konsumsi dalam setiap kegiatan pemerintahan.
Tak berhenti di situ, perjalanan dinas ASN bakal dipotong hingga 90 persen, kecuali untuk urusan yang sangat mendesak atau menyangkut kepentingan nasional.
Strategi Efisiensi Pemprov Kaltim
Namun bagaimana dengan Kalimantan Timur?
Saat ditanya wartawan Arusbawah.co mengenai opsi pemangkasan apa yang dilakukan Pemprov Kaltim seperti halnya kepala daerah lain, Rudy menjelaskan langkah yang sudah lebih dulu dijalankan pemerintahannya.
Rudy Mas’ud mengatakan, sejak dirinya dilantik sebagai gubernur pada 20 Februari 2025, kegiatan Pemprov Kaltim sudah hampir sepenuhnya dilaksanakan di dalam kantor.
Tag



