Sebagai langkah awal, Wahyudi akan melakukan pemetaan lahan untuk mengetahui potensi yang dimiliki masing-masing developer, sekaligus mempermudah proses perizinan.
Ia menekankan perlunya dukungan pemerintah daerah mengingat kompleksitas regulasi yang ada saat ini.
"Kami memahami beberapa regulasi sulit dijalankan, sehingga dukungan dari Pemprov Kaltim, kabupaten/kota, dan pihak terkait sangat diperlukan. Terutama untuk suplai bahan bangunan di sekitar wilayah Kalimantan Timur," jelas Wahyudi.
- Bangun Rumah di Kaltim Tak Semudah Membangun Tembok: “Pajak, Air, dan Listrik Bikin Lelah” (Part 2)
- Target 100 Ribu Rumah Terbangun di Kaltim dalam 5 Tahun, REI Blak-blakan Ajak Pemerintah dan Perbankan Cari Solusi (Part 1)
- REI Dorong Pemerintah Bikin Breakthrough untuk Industri Properti Bumi Etam! Potensi Gerakkan Ekonomi Daerah
Gandeng Generasi Muda Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Selain target jangka panjang, Wahyudi juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam industri properti.
Ia berencana melibatkan anak muda di berbagai divisi, dengan bimbingan dari para senior, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal lebih cepat.
"Dengan keterlibatan generasi muda, kami optimis dalam lima tahun ke depan DPD REI Kaltim bisa mewujudkan target 100.000 unit rumah untuk masyarakat," kata Wahyudi.
Ia menambahkan, kunci keberhasilan program ini adalah kebersamaan dan kerja tim.
Tag



