ARUSBAWAH.CO - Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2026–2030 saat ini sudah masuk pada proses pengumuman hasil seleksi administrasi.
Dari informasi yang dihimpun Arusbawah.co, setidaknya ada lima nama yang mencuat dalam proses kontestasi Pilrek Unmul 2026 - 2030 ini.
Kelimanya adalah Abdunnur, Rudianto Amirta, Mukhamad Nurhadi, Soerja Koesnarpadi, dan Fahrul Agus.
Redaksi sudah konfirmasi kepada Ketua Panitia Penjaringan, Penyaringan, dan Pemilihan Rektor Unmul 2026-2030, Mustofa Agung Sardjono, terkait lima nama bakal calon rektor tesebut.
Namun, ia menegaskan identitas bakal calon belum bisa diumumkan, hingga nantinya Senat Unmul mengumumkan resmi nama-nama Balon Rektor Unmul 2026-2030 pada tanggal 25/26 Mei 2026.
Adapun kelima nama lengkap dengan jabatan yang Arusbawah.co tanyakan kepada pihak panitia adalah sebagai berikut:
1. Prof. Dr. Abdunnur, M.Si., IPU, ASEAN Eng, Rektor 2022-2026, dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul.
2. Prof. Dr. Mukhamad Nurhadi, M.Si, Wakil Dekan II, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul.
3. Prof. Dr. Soerja Koesnarpadi, S.Si., M.Si, Wakil Dekan II, dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unmul.
4. Prof. Dr. Rudianto Amirta, S.Hut., M.P, eks Dekan Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unmul 2020-2024.
5. Prof. Dr. Fahrul Agus, S.Si., M.T, Guru Besar Sistem Informasi Lingkungan-Kehutanan, Fakultas Teknik Unmul.
Lantas, bagaimana rekam jejak kelimanya?
Rekam Jejak 5 Bakal Calon Rektor Unmul
Salah satu bakal calon rektor, Rudianto Amirta, dalam perjumpaannya dengan redaksi beberapa hari lalu, turut memberikan pandangan analisa AI atas sosok-sosok calon rektor Unmul tersebut.
Ia bilang, teknologi AI saat ini sudah bisa memberikan akses ke semua orang untuk bisa mengetahui jejak akademik hingga manajerial dari para bakal calon rektor.
Hal ini pula yang ia lakukan, dimana Rudianto Amirta juga akui, dirinya menggunakan analisa Claude.AI untuk bisa mencari penilaian berdasarkan pendidikan, rekam penelitian internasional, skor SINTA, Scopus h-index, pengalaman manajerial, jejaring internasional, hingga capaian transformasi kelembagaan.
Hasil analisa itu turut ia perbincangakan dengan Arusbawah.co.
Dari analisa AI itu, meskipun di beberapa faktor menempatkan keunggulan dirinya dibandingkan nama-nama lain, Rudianto Amirta sampaikan bahwa data-data tersebut adalah benar, dikarenakan seluruh jejak akademisi saat ini sudah bisa diakses dengan mudah.
Tag



