ARUSBAWAH.CO - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur memperkenalkan inovasi baru dalam pengelolaan ruang publik.
Program ini memadukan olahraga, pertanian, dan rekreasi dalam satu kawasan hijau yang dikembangkan menjadi destinasi wisata alternatif.
“Konsepnya adalah sport tourism berbasis ekologi, di mana masyarakat bisa berolahraga sambil menikmati hasil pertanian lokal,” jelas Kepala Seksi Pengelolaan Stadion Utama Dispora Kaltim, Yudi Haryanto, di Samarinda, Senin (18/8/2025).
Program ini mulai dirintis sejak 2021 dengan memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif.
Area yang dulunya tidak terpakai kini disulap menjadi wisata buah berbasis sport tourism yang ramah lingkungan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Untuk mewujudkan kawasan wisata berkelanjutan, Dispora Kaltim menggandeng berbagai instansi terkait, seperti Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan, yang berperan dalam penyediaan bibit serta pupuk.
“Tujuannya bukan hanya menciptakan destinasi wisata, tapi juga membangun ekosistem yang sehat bagi masyarakat dan lingkungan. Harapannya, sport tourism ini bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus menyenangkan,” tambah Yudi.
Olahraga dan Edukasi di Kebun Buah
Konsep ini memungkinkan pengunjung melakukan aktivitas fisik ringan, seperti jogging atau jalan santai, sambil menikmati keindahan kebun buah.
Sejumlah tanaman yang ditanam antara lain jeruk, jambu, mangga, hingga durian.
Meski belum semua tanaman memasuki masa panen, Dispora optimistis kawasan ini akan berkembang menjadi daya tarik baru di tengah kota Samarinda.
“Pengalaman yang kami tawarkan bukan hanya olahraga, tapi juga edukasi pertanian dan rekreasi keluarga,” jelas Yudi.
Harga Tiket Terjangkau
Dispora Kaltim memastikan wisata buah ini ramah bagi semua kalangan. Tiket masuk hanya Rp2.000 untuk anak-anak dan Rp3.000 bagi dewasa. Menariknya, fasilitas parkir untuk motor maupun mobil disediakan secara gratis.
Dengan harga yang sangat terjangkau, wisata buah ini diharapkan dapat menjadi pilihan rekreasi baru masyarakat tanpa membebani biaya.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, program ini dirancang sebagai ruang bersama untuk memperkuat gaya hidup sehat, aktif, dan peduli lingkungan.
“Melalui pendekatan edukatif dan ekologis, kami ingin menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap ruang publik. Karena itu, kami mengajak warga Kaltim untuk datang dan merasakan langsung manfaat dari kawasan ini,” pungkas Yudi. (adv)




