Dahlia menegaskan, pelatihan ini bukan hanya mengasah teknik berbicara, tapi juga menanamkan etika komunikasi.
“Public speaker itu bukan sekadar pintar dan menghibur. Mereka harus mampu menjaga etika, membangun citra positif, dan menyampaikan pesan yang bermakna,” ujarnya.
Bagi peserta yang lulus uji sertifikasi, peluang karier terbuka lebar, baik menjadi MC profesional maupun melangkah ke jenjang trainer lewat sertifikasi Training of Trainer (TOT).
Melihat antusiasme tinggi, Dispar Kaltim bahkan menyiapkan rencana batch kedua, meski masih menunggu persetujuan anggaran.
“Masih ada sekitar 150 orang yang belum terfasilitasi. Semoga bisa segera terwujud,” tambah Dahlia.
Tak hanya wadah belajar, ajang ini juga menjadi sarana membangun jejaring antarprofesi, dari pegawai pemerintahan, insan media seperti TVRI dan RRI, hingga dosen dan mahasiswa.
Dengan SDM yang semakin profesional, Kaltim kian siap menyongsong event nasional maupun internasional, termasuk agenda budaya dan pariwisata yang terus berkembang di Bumi Etam. (adv)
Tag



