ARUSBAWAH.CO - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) membantah tudingan bahwa sejumlah influencer yang akan menjalankan program pembiayaan jasa publikasi merupakan titipan pihak tertentu.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan program senilai Rp1,7 miliar itu bukan titipan, melainkan bagian dari strategi lama dalam promosi desa wisata.
“Ya enggak lah. Intinya itu program kerja lama 2024, dan kebetulan ada pembiayanya untuk tahun 2025 ini, jadi kita melanjutkan. Karena kita mau meng-upgrade desa wisata, promosi desa wisata,” tegas Ririn saat dihubungi redaksi Arusbawah.co, Sabtu (27/9/2025).
Anggaran Rp1,7 Miliar Masuk Perubahan RKPD Kaltim 2025
Alokasi anggaran Rp1,7 miliar untuk jasa publikasi influencer tercatat dalam penyempurnaan rancangan akhir Perubahan RKPD Provinsi Kaltim 2025.
Besarnya nilai tersebut telah menimbulkan polemik karena dianggap fantastis untuk program berbasis kerja sama dengan influencer.
Akademisi dan sejumlah LSM bahkan menyebut program ini rawan menjadi titipan.
Namun, Ririn menolak anggapan itu.
Ia menegaskan kerja sama dengan influencer sudah berjalan sejak tahun 2024.
“Ya itu kan sebenarnya program lama 2024, dari pertama saya dilantik kan ada itu sudah. Ada kok jejak digitalku program utama aku itu satu, pengembangan desa wisata. Nah, salah satunya ya promosi kerja sama dengan influencer,” jelasnya.
Kerja Sama dengan Influencer Sudah Ada Sejak 2024
Menurut Ririn, pada 2024 Dispar sudah melibatkan media online dan influencer dalam sejumlah kegiatan promosi.
“Kalau tahun kemarin kan ada media online, ada influencer kita itu pada ngetrip bareng,” ujarnya.
Ririn meluruskan bahwa dana Rp1,7 miliar bukan untuk diberikan langsung kepada influencer dalam bentuk honor.
Tag



