Advertorial

Diskominfo Kaltim

Dishut Kaltim Dampingi Otorita IKN dalam Perlindungan Hutan dan Pencegahan Karhutla

Dukungan Dishut Kaltim untuk Ibu Kota Nusantara

Minggu, 17 Agustus 2025 20:47

TITIK NOL NUSANTARA - Kawasan Titik Nol Nusantara di IKN/ IKN

ARUSBAWAH.CODinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat kerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menjaga kelestarian hutan di sekitar wilayah ibu kota negara baru.

Pendampingan teknis ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu mengelola konservasi hutan secara mandiri.

Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Dishut Kaltim, Rusmadi, menjelaskan bahwa banyak personel di lingkungan Otorita IKN masih baru, sehingga perlu pembekalan mendalam mengenai strategi perlindungan hutan.

Kami mempersiapkan tenaga teknis untuk melatih mereka, sehingga ke depan bisa melakukan upaya konservasi secara mandiri,” ujarnya di Samarinda, Senin.

Fokus pada Mitigasi dan Pencegahan Karhutla

Salah satu perhatian utama dalam kerja sama ini adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Telake, Dishut Kaltim membangun sistem deteksi dini yang memanfaatkan data satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Data ini diperbarui secara real-time untuk memantau titik panas di sekitar kawasan IKN.

“Begitu ada titik panas terdeteksi, tim langsung melakukan ground check untuk memastikan apakah itu benar-benar kebakaran atau bukan,” tambah Rusmadi.

Validasi Titik Panas dan Peran Masyarakat

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) KPHP Telake, Shahar Al-Haqq, menegaskan bahwa tidak semua titik panas menandakan kebakaran.

Menurutnya, anomali panas bisa saja berasal dari sumber lain, misalnya bara batu bara. Karena itu, validasi lapangan menjadi langkah penting sebelum melakukan tindakan pemadaman.

Untuk memperkuat pencegahan di tingkat tapak, Dishut Kaltim juga melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Kedua kelompok ini aktif melakukan patroli dan pengawasan di desa-desa sekitar hutan.

“Biasanya MPA sudah memblokir api lebih dulu. Mereka melapor kepada kami, dan jika skalanya besar barulah tim gabungan turun tangan,” jelas Shahar.

Pemantauan Terpadu dengan Teknologi dan Partisipasi

Selain memanfaatkan citra satelit, sistem deteksi dini kebakaran hutan juga diperkuat dengan patroli darat dan penggunaan menara pantau api, termasuk yang dimiliki perusahaan sekitar kawasan konsesi IKN.

Kombinasi teknologi, patroli rutin, dan peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian hutan di sekitar Ibu Kota Nusantara. (adv)

Tag

MORE