Melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Telake, Dishut Kaltim membangun sistem deteksi dini yang memanfaatkan data satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Data ini diperbarui secara real-time untuk memantau titik panas di sekitar kawasan IKN.
“Begitu ada titik panas terdeteksi, tim langsung melakukan ground check untuk memastikan apakah itu benar-benar kebakaran atau bukan,” tambah Rusmadi.
Validasi Titik Panas dan Peran Masyarakat
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) KPHP Telake, Shahar Al-Haqq, menegaskan bahwa tidak semua titik panas menandakan kebakaran.
Menurutnya, anomali panas bisa saja berasal dari sumber lain, misalnya bara batu bara. Karena itu, validasi lapangan menjadi langkah penting sebelum melakukan tindakan pemadaman.
Tag



