Advertorial

Diskominfo Kaltim

Dinkes Kaltim Imbau Masyarakat Tetap Tenang Usai Kasus Balita Cacingan Viral

Senin, 25 Agustus 2025 8:27

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin/ Foto: IST

ARUSBAWAH.CO - Kasus balita berusia 4 tahun asal Sukabumi, Jawa Barat yang meninggal akibat infeksi cacing kini tengah jadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.

Balita malang tersebut ditemukan dengan ribuan cacing dalam tubuhnya sebelum meninggal dunia.

Merespons fenomena yang viral itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim), Jaya Mualimin, meminta masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan lebih memperhatikan kebersihan lingkungan.

Menurut Jaya, infeksi cacing sering menyerang anak-anak, khususnya jenis cacing kremi.

"Bisa menyebabkan anak-anak itu walaupun banyak makan karena makanannya dimakan oleh cacing di ususnya akhirnya dia kembung ya kemudian gizinya buruk dan pada akhirnya dia bisa stunting," katanya, Jumat (22/8/2025).

Pencegahan Infeksi Cacing di Kaltim

Dinkes Kaltim memiliki program pencegahan dengan membagikan obat cacing yang dapat diperoleh melalui posyandu atau layanan UKS di sekolah.

"Rata-rata yang sering kena cacingan itu adalah anak-anak anak suka gak pakai sendal main di tempat yang kotor-kotor," lanjutnya.

Gejala cacing kremi biasanya terlihat saat anak buang air besar. Cacing kecil kerap muncul dari anus, dan hal ini bisa segera ditangani dengan obat cacing yang tersedia bebas di pasaran seperti Upixon atau Combantrin. 

Obat cukup diminum sekali sehari selama 3–4 hari.

Namun, jika jumlah cacing sudah banyak seperti dalam kasus Sukabumi, maka perlu dilakukan penanganan medis secara intensif.

Jaya menegaskan, penyebaran cacing umumnya berasal dari lingkungan yang tidak bersih.

Kondisi ini bisa memperburuk kesehatan anak yang cacingan dengan gejala seperti rewel, batuk karena eosinofilia, hingga gatal di bagian pantat.

Jaga Sanitasi dan Kebersihan Makanan

Jaya mengingatkan agar masyarakat tidak buang air sembarangan yang berpotensi menyebarkan telur cacing, serta selalu membiasakan cuci tangan menggunakan sabun.

"Kita jangan ikut panik juga, asal kita pastikan bahwa kesehatan lingkungan kita itu bagus ya jadi lingkungan yang sehat ya," ucapnya.

Selain itu, ia juga mengimbau para pelaku usaha kuliner, terutama yang menjual makanan secara online, agar benar-benar menjaga higienitas.

"Menjaga agar prosesnya dalam apa mengolah makan itu higenis, sanitasinya baik kemudian higienis itu sesuai dengan standar," jelasnya. (adv)

Tag

MORE