Arus Publik

Dinas Perdagangan Bongkar Modus 'Beras Oplosan' yang Sempat Ketahuan! Ternyata Manipulasi Kualitas

Pelaku Usaha Dipanggil

by:
Lisa
Senin, 15 Desember 2025 10:10

KONFERENSI PERS - Konferensi pers terkait temuan 7 merek beras yang tak sesuai standar mutu di Kaltim/ Foto: HO

ARUSBAWAH.CO -  Isu beras oplosan yang sempat memicu keresahan publik di Kalimantan Timur (Kaltim) ternyata tidak sepenuhnya seperti yang beredar di masyarakat.

Pemerintah daerah menegaskan, kasus tersebut bukan pencampuran lintas jenis beras, melainkan manipulasi kualitas dalam satu jenis beras yang sama.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur, Ali Wardani, menjelaskan istilah “beras oplosan” kerap disalahartikan oleh publik.

Bukan Campur Jenis, Tapi Campur Kualitas

Berdasarkan hasil pengawasan tim di lapangan, praktik yang ditemukan lebih tepat disebut pencampuran kualitas beras.

Dalam kasus ini, beras premium dicampur dengan beras medium, namun tetap dijual menggunakan label dan harga premium.

“Jenisnya sama, warnanya sama, varietasnya juga sama. Yang bermasalah adalah kualitas. Beras medium dicampur ke premium, tapi dijual sebagai premium,” kata Ali, Jumat (12/12/2025) lalu. 

MENJELASKAN - Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur, Ali Wardani/ HO to Arusbawah.co

 

Praktik ini dinilai merugikan konsumen karena harga yang dibayar tidak sebanding dengan mutu beras yang diterima, sekaligus berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem distribusi pangan.

Pelaku Usaha Dipanggil dan Dibina

DPPKUKM Kaltim telah memanggil pelaku usaha yang terindikasi melakukan pelabelan tidak sesuai.

Tag

MORE