ARUSBAWAH.CO - Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Didik Agung Eko Wahono, kembali menjalankan forum serap aspirasi masyarakat melalui program Besempekat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan bertema Audiensi Terkait Tindak Lanjut Hasil Serap Aspirasi Masyarakat itu digelar pada Rabu, 8 April 2026, pukul 19.30 Wita, di RT 21 Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kukar.
Forum tersebut menghadirkan Winarko sebagai narasumber dan Kartolo sebagai moderator.
Besempekat Jadi Ruang Musyawarah Warga
Besempekat merupakan forum dialog publik yang digunakan anggota DPRD Kaltim untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Berasal dari bahasa daerah yang berarti bermusyawarah, program ini menjadi wadah komunikasi antara warga dan wakil rakyat untuk membahas persoalan nyata di lapangan.
Melalui forum tersebut, masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan pembangunan, keluhan layanan publik, hingga usulan prioritas di lingkungan masing-masing.
Didik Agung Tekankan Aspirasi Harus Ditindaklanjuti
Didik Agung menegaskan bahwa setiap masukan warga harus mendapat perhatian serius dan tidak berhenti sebatas catatan kegiatan.
“Besempekat ini kami hadirkan agar masyarakat bisa bicara langsung. Aspirasi warga tidak boleh hanya didengar, tapi harus diperjuangkan sampai ada tindak lanjut yang nyata,” ujar Didik Agung.
Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting agar kebijakan pemerintah daerah benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.
“Kami ingin memastikan anggaran daerah dipakai tepat sasaran. Karena yang paling tahu kebutuhan wilayah adalah masyarakat itu sendiri,” tambahnya.
Fokus Kawal Hasil Serapan Aspirasi
Dalam forum di Manunggal Jaya, pembahasan difokuskan pada tindak lanjut berbagai aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan warga.
Mulai dari persoalan infrastruktur lingkungan, kebutuhan pertanian, pelayanan dasar, hingga usulan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi topik yang dibahas bersama.
Dengan pola seperti ini, masyarakat juga bisa mengetahui sejauh mana usulan mereka sudah masuk proses pembahasan atau penganggaran.
Pengawasan APBD Jadi Sorotan
Selain menjadi wadah dialog, Besempekat juga diarahkan untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap penggunaan APBD.
Didik Agung menyebut pengawasan anggaran penting agar program pemerintah tidak melenceng dari kebutuhan rakyat.
“Setiap rupiah dari APBD harus kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat. Itu yang terus kami kawal,” katanya.
Politik yang Lebih Dekat dengan Warga
Model komunikasi langsung seperti Besempekat dinilai lebih efektif dibanding forum formal biasa.
Warga bisa menyampaikan persoalan secara terbuka, sementara anggota dewan dapat mendengar langsung kondisi riil di lapangan.
Pendekatan ini juga dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Kegiatan Besempekat yang digelar Didik Agung Eko Wahono di Desa Manunggal Jaya menjadi contoh pendekatan politik partisipatif yang lebih dekat dengan masyarakat.
Melalui forum musyawarah langsung, aspirasi warga diharapkan tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi berubah menjadi program nyata yang dirasakan masyarakat. (adv)




