Advertorial

Didik Agung Eko Wahono Turun ke Desa Bangun Rejo, Ajak Warga Pahami Perda Pendidikan dan Wawasan Kebangsaan

Sabtu, 7 Februari 2026 14:32

SOSIALISASI - Melalui Sosper ini, Didik Agung Eko Wahono berharap masyarakat tidak hanya tahu isi Perda, tetapi juga merasa memiliki dan ikut mengawalnya/ Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Suasana Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Sabtu (7/2/2026) siang itu terasa berbeda.

Warga berdatangan sejak awal, sebagian datang bersama keluarga, sebagian lain tampak antusias menunggu dimulainya kegiatan.

Di tempat sederhana itulah, Anggota DPRD Kalimantan Timur Didik Agung Eko Wahono memilih turun langsung menyapa masyarakat.

Melalui kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) ke-2 Tahun 2026, Didik mengajak warga memahami Perda Provinsi Kalimantan Timur Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Wawasan Kebangsaan.

Bagi Didik, regulasi tidak boleh hanya berhenti di meja birokrasi, tetapi harus benar-benar dipahami oleh masyarakat hingga ke tingkat desa.

“Perda ini bukan sekadar aturan di atas kertas. Isinya menyangkut masa depan anak-anak kita dan bagaimana kita menjaga nilai kebangsaan di lingkungan sehari-hari,” kata Didik di hadapan warga.

Pendidikan dan Kebangsaan dari Desa

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WITA itu berlangsung hangat dan interaktif.

Warga tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait dunia pendidikan di lingkungan mereka.

Dua narasumber, Muhammad Miftah Murdhah dan Cindy Rhakasiwi, hadir untuk menjelaskan isi Perda dengan bahasa yang mudah dipahami.

Mulai dari hak dan kewajiban dalam penyelenggaraan pendidikan, hingga pentingnya menanamkan wawasan kebangsaan sejak dini, terutama di tengah tantangan zaman dan derasnya arus informasi.

Diskusi dipandu oleh Wulandari sebagai moderator.

Ia memastikan jalannya acara tetap cair, memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan keresahan maupun harapan mereka terhadap pendidikan di daerah.

Lebih dari Sekadar Sosialisasi

Bagi warga Desa Bangun Rejo, kegiatan ini terasa lebih dari sekadar sosialisasi regulasi.

Ada ruang dialog yang jarang mereka dapatkan—bertemu langsung wakil rakyat, menyampaikan aspirasi tanpa sekat formal.

Beberapa warga menyoroti pentingnya pendidikan karakter di sekolah, sementara yang lain menekankan peran keluarga dan lingkungan dalam menanamkan nilai kebangsaan.

Didik menyimak satu per satu, sesekali menanggapi dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin anak-anak kita cerdas, tapi juga punya karakter dan rasa cinta pada bangsa. Itu tidak bisa hanya dibebankan ke sekolah, tapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Didik.

Mendekatkan Kebijakan dengan Masyarakat

Melalui Sosper ini, Didik Agung Eko Wahono berharap masyarakat tidak hanya tahu isi Perda, tetapi juga merasa memiliki dan ikut mengawalnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan sangat bergantung pada keterlibatan warga di tingkat akar rumput.

Kegiatan pun ditutup dengan suasana akrab. Warga masih bertahan, berdiskusi ringan, dan berfoto bersama.

Di Desa Bangun Rejo sore itu, Perda tidak lagi terasa jauh—melainkan hadir sebagai bagian dari cerita dan harapan bersama tentang pendidikan dan masa depan generasi berikutnya. (adv)

 

Tag

MORE