Arus Publik

Dianggap Dipaksakan, Video Terima Kasih Sekolah Dibela Disdikbud Kaltim: 'Biar Gubernur Tahu Laporannya, Juga Masyarakat Tahu Capaian Kami'

Fenomena Video Terima Kasih Sekolah di Kaltim Tuai Sorotan

Kamis, 16 April 2026 22:26

MENJELASKAN  - Plt kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Kaltim, Armin saat diwawancarai awak media/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Sejumlah sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim) ramai-ramai mengunggah video ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Alih-alih menuai apresiasi, unggahan video di sosial media itu justru memantik kecurigaan publik.

Di kolom komentar media sosial, warganet mempertanyakan apakah itu bentuk syukur atau ada dorongan yang terkesan dipaksakan?

Penelusuran redaksi Arusbawah.co menemukan, video serupa diunggah oleh berbagai SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta.

Di antaranya SMA Negeri 3 Bontang, SMK 2 Berau, SMA Negeri 1 Samarinda, SMA Negeri 7 Samarinda, SMA Negeri 16 Samarinda, SMA Negeri 6 Balikpapan, hingga SMA Negeri 3 Samarinda.

Polanya siswa dan guru menyampaikan ucapan terima kasih atas program bantuan dari Pemprov Kaltim, dalam rogram GratisPol bantuan seragam sekolah.

Kritik Warganet: Narasi Terasa Janggal dan Seragam

Di balik unggahan seragam itu, kritik bermunculan.

Tidak sedikit warganet menilai narasi “terima kasih” yang disampaikan secara masif dan serentak terasa janggal.

Bahkan ada di kolom komentar yang menyebutnya sebagai bentuk pencitraan yang menyerempet wilayah pendidikan.

“Ini kok kayak template ya, bahasanya sama semua. Jadi kelihatan bukan inisiatif masing-masing sekolah,” tulis salah satu akun di kolom komentar.

Penjelasan Disdikbud Kaltim Soal Video Ucapan Terima Kasih

Dikonfirmasi soal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, tidak menampik adanya komunikasi dengan sekolah terkait penyampaian informasi tersebut.

Namun ia menegaskan, tidak ada instruksi resmi yang mewajibkan pembuatan video.

“Saya tentu mengapresiasi kritik dari masyarakat. Itu jadi masukan buat kami,” kata Armin.

Disdikbud, kata dia, Organisasi Perangkat daerah (OPD) yang menyalurkan langsung bantuan seragam sekolah, sehingga masyarakat harus tahu capaiannya.

Menurut Armin, fenomena video tersebut harus dilihat sebagai bagian dari pertanggungjawaban publik.

“Masyarakat itu berhak tahu apa yang kami kerjakan. Apa capaian kami,” ujarnya.

 

Alasan Disdikbud: Laporan ke Gubernur hingga Pendidikan Karakter

Ia juga menyebut, selama ini pemerintah justru lebih sering disorot dari sisi negatif.

Karena itu, menurutnya, perlu ada keseimbangan informasi.

“Yang viral itu biasanya yang jelek. Sedikit-sedikit kasus negatif yang diangkat. Masa yang disampaikan ke masyarakat cuma yang buruk saja?” katanya.

Armin menjelaskan, ada tiga alasan utama di balik munculnya video-video tersebut.

Pertama, sebagai bentuk akuntabilitas publik melalui sekolah.

Kedua, sebagai cara menyampaikan laporan langsung kepada gubernur bahwa program benar-benar sampai ke sekolah.

Ketiga, sebagai bagian dari pendidikan karakter.

“Soal laporan ke gubernur, kalau hanya kepala dinas yang bicara bisa saja dianggap omong-omong saja. Tapi kalau sekolah yang menyampaikan langsung, itu lebih faktual,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak mungkin setiap sekolah datang langsung ke gubernur untuk melapor.

Karena itu, media sosial menjadi sarana yang dianggap relevan.

Soal Arahan dan Respons Publik yang Berubah

Terkait tudingan adanya arahan, Armin mengakui memang ada penyampaian secara umum, namun tidak bersifat wajib.

“Tidak ada arahan resmi. Kita hanya sampaikan, kalau memang perlu disampaikan silakan. Karena ini bagus supaya masyarakat tahu,” katanya.

Ia juga menyoroti perubahan respons publik dibanding sebelumnya.

Menurutnya, saat pembagian seragam pada 2025, banyak ucapan terima kasih yang juga beredar, namun tidak dipersoalkan.

“Dulu banyak video juga, orang tua unggah sendiri. Tidak ada masalah. Sekarang kok jadi ramai,” ucapnya.

Disdikbud: Ucapan Terima Kasih Bagian dari Pembentukan Karakter

Lebih jauh, Armin menekankan bahwa ucapan terima kasih adalah bagian dari pembentukan karakter siswa.

“Guru harus mengajarkan anak-anak untuk bersyukur. Dapat bantuan ya wajar kalau berterima kasih,” katanya.

Meski begitu, ia mempersilakan publik untuk menilai.

“Silakan saja masyarakat menilai. Tapi jangan hanya lihat dari sudut negatif. Kita juga perlu lihat sisi positifnya,” pungkasnya.

(wan)

 

Tag

MORE