ARUSBAWAH.CO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur memberikan penilaian terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Masud dan Seno Aji, yang telah memasuki 100 hari masa kerja.
Meski belum banyak program konkret yang terealisasi, DPRD menilai periode ini sebagai fase awal untuk menyusun arah kebijakan dan konsolidasi internal.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Agus Suwandy, menilai bahwa waktu 100 hari belum cukup untuk menyelesaikan persoalan besar di daerah.
Ia menekankan pentingnya membangun pondasi yang kuat sebelum masuk ke tahap eksekusi kebijakan.
“Kalau dalam 100 hari belum terlihat hasil yang besar, itu wajar. Sekarang ini adalah tahap awal untuk menyusun arah kebijakan yang tepat. Kita akan lihat di 200 hari ke depan, kalau belum juga menunjukkan kemajuan, maka perlu kita evaluasi lebih dalam,” ujar Agus, Kamis (5/6/2025).
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebijakan pendidikan gratis.
Meski belum berjalan penuh, DPRD menilai pemerintah provinsi sudah menunjukkan komitmen untuk mewujudkan program tersebut.
Tag



