Arus Politik

Dewan Komentari Kinerja Sekwan Norhayati - Syahariah Mas'ud: Lebih Baik Digeser, Yenni: Tidak Pernah Bermasalah

Legislator Kaltim Soroti Ketidakhadiran Pejabat di Paripurna

Kamis, 31 Juli 2025 21:57

KOLASE - Kolase anggota DPRD Kaltim Fraksi Golkar, Syahariah Mas’ud, Wakil Ketua DPRD Kaltim Yenni Eviliana, Seno Aji Wakil Gubernur Kaltim dan Norhayati Usman Sekwan Kaltim/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Ketidakhadiran Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda dalam beberapa rapat paripurna di DPRD Kalimantan Timur menuai kritik tajam dari legislator Karang Paci.

Kritik paling keras datang dari anggota DPRD Kaltim Fraksi Golkar, Syahariah Mas’ud, yang secara terbuka menyoroti peran Sekretaris DPRD (Sekwan) Norhayati Usman dalam mengatur agenda penting dewan.

Syahariah Mas'ud yang juga merupakan saudara kandung dari Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, dalam keterangannya kepada wartawan, menilai Sekwan tidak tanggap terhadap urgensi rapat paripurna yang seharusnya dihadiri pejabat tinggi daerah. 

Ia menyebut Norhayati sebagai roh DPRD yang bertanggung jawab penuh dalam memastikan koordinasi antara pihak eksekutif dan legislatif berjalan lancar.

“Sudah lima sampai enam kali rapat paripurna yang hadir hanya staf ahli. Gubernur tidak hadir, wakil juga tidak, bahkan Sekda pun absen. Kalau memang kepala daerah tidak bisa hadir, jadwal harusnya digeser,” tegas Syahariah saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Kamis (31/7/2025).

Ia menyayangkan miskomunikasi antara Sekwan dan pihak eksekutif, terutama menyangkut penyampaian undangan rapat kepada Gubernur, Wakil dan Sekda.

Sekwan DPRD Kaltim Dinilai Kurang Komunikatif dan Lemah dalam Koordinasi

Politikus Golkar itu juga menampik anggapan bahwa kritiknya dipengaruhi hubungan kekeluargaan, mengingat dirinya dengan Rudy Mas'ud punya ikatan saudara.

“Kami bukan dinasti. Kalau salah, ya tetap saya kritik. Jangan bawa kebiasaan lama ke periode baru,” katanya.

Syahariah bercerita, Gubernur bahkan sempat bingung ketika ditanya soal undangan paripurna karena merasa tidak menerima pemberitahuan.

“Pak Gubernur sampai bilang, ‘Loh, kok ada paripurna? Saya enggak tahu,’ itu kan aneh,” ujar Syahariah.

Tag

MORE