ARUSBAWAH.CO - DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mulai bersiap menghadapi tahun anggaran 2026 yang diprediksi menjadi salah satu periode paling menantang dalam sepuluh tahun terakhir.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, mengungkapkan bahwa rencana pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat berpotensi mengubah arah berbagai program pembangunan daerah.
Dari total pagu sekitar Rp21,1 triliun yang seharusnya diterima, Kaltim diperkirakan hanya memperoleh sekitar Rp15 triliun.
Defisit sekitar Rp6,1 triliun itu membuat ruang gerak fiskal daerah menyusut cukup tajam.
Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas, menilai situasi ini menuntut pemerintah daerah melakukan penyesuaian besar-besaran.
Ia menyebut hampir 70 persen komponen Transfer ke Daerah (TKD) terpotong sehingga berbagai konsekuensi tak bisa dihindari.
Tag



