Nilai ekspor gas turun 40,40 persen, dari US$141,02 juta atau sekitar Rp2,21 triliun pada Oktober 2025 menjadi US$84,05 juta atau sekitar Rp1,32 triliun pada November 2025.
Tidak Ada Ekspor Minyak Mentah
BPS juga mencatat nihilnya ekspor minyak mentah sepanjang periode pengamatan.
Tidak terdapat transaksi ekspor minyak mentah, baik secara bulanan maupun kumulatif.
Tekanan Migas Berlangsung Sepanjang Tahun
Jika melihat perkembangan lebih jauh, tekanan pada sektor migas terlihat berlangsung cukup lama.
Dibandingkan November 2024, nilai ekspor migas Kalimantan Timur turun 51,98 persen, dari US$262,95 juta atau sekitar Rp4,13 triliun menjadi US$126,28 juta.
Secara kumulatif, nilai ekspor migas Kalimantan Timur selama Januari hingga November 2025 tercatat sebesar US$1.786,40 juta atau sekitar Rp28,04 triliun.
Angka ini turun 18,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kemudian, pada Januari–November 2024, nilai ekspor migas Kalimantan Timur masih mencapai US$2.190,70 juta atau sekitar Rp34,39 triliun.
Penurunan itu menunjukkan tekanan yang terjadi hampir sepanjang tahun.
Meski kontribusi migas terhadap total ekspor Kalimantan Timur hanya sebesar 9,51 persen, volatilitas sektor ini tetap memberi dampak besar terhadap kinerja ekspor secara keseluruhan.
Kinerja Ekspor Nonmigas Ikut Melemah
Di sisi lain, kinerja ekspor nonmigas juga ikut melemah.
Padahal sektor ini selama ini menjadi tulang punggung ekspor Kalimantan Timur.
Tag



