Ia mengaku pernah mengalami pesanan yang sudah diproduksi dan dibayar, namun tidak pernah diambil.
Bertumbuh Pelan, Tanpa Utang
Ke depan, Five Media membuka peluang ekspansi ke percetakan spanduk dan layanan kreatif lainnya.
Namun Daud memilih bertumbuh secara bertahap tanpa mengambil risiko utang.
Selain mesin laser cutting, Five Media juga memiliki mesin potong figura untuk menunjang finishing produk, khususnya pada pembuatan mahar dan bingkai.
Mesin tersebut memastikan hasil lebih rapi dan presisi, sehingga produk siap dipajang tanpa proses tambahan di tempat lain.
“Kita jalan pelan-pelan saja. Ada untung, kita kembangkan lagi,” tutup Daud.
Dengan dua mesin utama tersebut, Five Media Samarinda perlahan bertransformasi dari sekadar jasa cetak menjadi usaha berbasis produksi mandiri, dengan kecepatan, fleksibilitas desain, dan kontrol kualitas sebagai senjata utama menghadapi ketatnya persaingan pasar. (sobizz/isa)
Artikel ini merupakan bagian dari Program Bina UMKM, sebuah inisiatif kolaboratif lintas media yang digagas oleh Avnmedia.id, Hvsmedia.id, Arusbawah.co, dan Megapolitik.com. Program ini bertujuan untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui publikasi strategis yang mengangkat suara, potensi, dan cerita sukses pelaku UMKM serta bisnis menengah agar lebih dikenal luas oleh publik dan pemangku kepentingan.
Tag




