Arus Politik

Dari Kaget sampai Lapor Polisi: Cerita Denny Ruslan Saat Fotonya Dicomot ke Tuduhan Asusila

Denny Ruslan dikenal sebagai penggiat anti korupsi di Kukar

Minggu, 23 November 2025 15:21

KOLASE - Potret pelaporan polisi dan Denny Ruslan/ Foto: HO to Arusbawah.co

"Di sana, di gambar percakapan kan tak ada gambar profil saya. Makanya saya sesalkan foto saya kok ada di tampilkan. Foto saya ditampilkan vulgar. Kalau sampean tanya, ya bukan saya (sosok di percakapan WhatsApp yang muncul). Kalau saya menjawab bukan saya, orang pasti berpikir, ini pembelaan. Makanya saya ambil langkah untuk menyelesaikan secara hukum. Supaya tak ada tendensi ini pembelaan," jelasnya lagi. 

Denny juga mengatakan alasannya melaporkan ke polisi, karena ia benar yakin, sosok pemilik percakapan di medsos itu bukan dirinya. 

"Kalau itu benar terjadi, saya tak mungkin berani mau lapor polisi. Itu saja kuncinya," katanya. 

"Oke lah misalnya karena sudab terlanjut keluar. Kode etik jurnalistik kan saya dapat hak yang sama, kesempatan yang sama untuk memberikan hak jawab. Tapi kan tak ada sama sekali. Kalau memang profesional harusnya seperti itu. Ada hak jawab, terus saya dikonfirmasi . Jadi ini melanggar etika jurnalistik, tapi susah sih karena mereka ini bukan termasuk jurnalistik," ucapnya. 

Kecurigaan Motif dan Pesan Denny Soal Etika Medsos untuk Penyebaran Informasi 

Ditanya soal apakah ada kemungkinan dirinya diserang usai aktifitasnya sebagai penggiat anti korupsi di Kukar, Denny hanya menjawab ringan. 

"Ya semua orang tahu, saya kan aktivis anti korupsi. Pastilah mungkin ada beberapa pihak-pihak yang tidak happy akan statement-statement saya belakangan ini," jelasnya. 

Di akhir, Denny Ruslan mengingatkan bahwa meskipun medsos bukanlah produk jurnalistik, ia meminta agar setiap penyebaran informasi, disertai dengan tanggung jawab. 

"Pelaporan ini juga untuk menjadi pelajaran, agar meskipun medsos, tetap harus memperhatikan etika. Karena ini menyangkut nama baik seseorang., Silakan mengabarkan, tetapi minimal belajar lah untuk selalu coba konfirmasi dahulu sebelum publish untuk diperhatikan orang banyak. Saya ingatkan, ada tanggung jawab dalam pemberian informasi ke publik. Meskipun itu hanya medsos," pungkasnya. (pra)

 

 

Tag

MORE