Arus Publik

Universitas Mulawarman Samarinda

Dari Bosan Scroll TikTok, Mahasiswa Unmul Ini Justru Juara Internasional di Malaysia Berkat Ide Pendidikan untuk Daerah 3T

Mahasiswa Unmul Asal Samarinda Ukir Prestasi Internasional

Kamis, 16 Oktober 2025 21:4

MAHASISWA UNMUL - Dinnuhoni Trahutomo, mahasiswa Unmul asal Samarinda, meraih penghargaan Best Project Innovation dan Best Presentation di ajang internasional berkat ide aplikasi pendidikan untuk daerah 3T/HO to Arusbawah.co

Tim ini kemudian melahirkan ide bernama “Novastroaplikasi berbasis pendidikan untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Konsepnya sederhana yakni menggabungkan berbagai platform populer seperti Ruangguru, Quizziz, dan Coursera, dengan tambahan fitur unik berupa Nova Room ruang digital tempat masyarakat bisa mengunggah masalah pendidikan di wilayah mereka untuk diverifikasi dan didanai bersama.

Menurut Dino, fokus ke wilayah 3T adalah suatu keharusan. 

Ia menilai, banyak inovasi di bidang pendidikan yang terlalu Jakarta-sentris, tidak melihat realitas di daerah tertinggal.

“Kita mau buat yang sesuai kebutuhan Indonesia. Di kota besar, anak-anak sudah belajar pakai laptop, tapi di Papua atau pedalaman Sumatera, masih banyak yang pakai buku lusuh dan belum tentu ada listrik,” ujarnya pelan.

Inovasi ini juga selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), terutama di bidang pendidikan (SDG 4), pemerataan (SDG 10), inovasi (SDG 9), dan kemitraan (SDG 17).

“Kalau inovasi terlalu jauh dari realitas sosial, justru enggak akan bisa dipakai. Makanya kami bikin Novastro yang bisa diakses offline, karena di banyak daerah 3T jaringan internetnya nyala cuma di jam sekolah,” jelasnya.

 

Inovasi Offline dan Desain Interaktif

Novastro belum sepenuhnya jadi aplikasi publik. Saat ini, proyek itu masih berupa mock-up interaktif yang dibuat melalui Figma.

Meski belum rilis, fitur-fitur yang mereka rancang tergolong kompleks yakni antarmuka pembelajaran interaktif, AI-based quiz, forum donasi berbasis proyek pendidikan, serta sistem verifikasi lokal.

“Kami buat UI/UX-nya lengkap, mulai dari sign up, login, fitur pembelajaran, sampai forum pendanaan. QR code kami bagikan ke juri supaya bisa lihat versi interaktifnya,” kata Dino.

Keterbatasan waktu menjadi kendala utama. Persiapan hanya satu bulan, sementara inovasi ini dirancang layaknya aplikasi besar.

“Yang kami tampilkan di Malaysia masih versi awal. Tapi setidaknya bisa menunjukkan bahwa kami punya konsep dan arah pengembangan yang jelas,” tambahnya.

Rencana Pengembangan dan Kolaborasi Pemerintah

Tag

MORE