Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya membaca, menulis, dan berdiskusi di kalangan anak muda.
"Bukan berarti kita menolak pengaruh luar. Tapi kita harus cerdas. Harus punya filter. Jangan semua yang viral langsung ditelan mentah-mentah," jelasnya.
Damayanti menyatakan bahwa budaya menonton yang marak tidak seharusnya menggeser nilai penting dari kegiatan literasi.
Memiliki semangat belajar dan wawasan yang luas akan membantu anak muda menghadapi tantangan digital dan menjadi kekuatan pendorong perubahan. (adv)
Tag



