Hidangan ini adalah surga bagi pecinta seafood yang ingin mencoba olahan kepiting dengan cara yang autentik dan berbeda.
6. Pisang Gapit
Pisang Gapit adalah kudapan khas Samarinda yang sederhana namun selalu dirindukan.
Namanya berasal dari teknik pembuatannya yaitu pisang sanggar atau pisang kepok setengah matang dijepit (gapit) saat dipanggang hingga pipih, lalu disiram saus gula merah atau gula aren yang kental dan manis-legit.
Dalam bahasa Banjar dan Kutai, “gapit” berarti “jepit”.
Camilan ini paling nikmat dinikmati sore hari di tepi Sungai Mahakam sambil menyaksikan perahu hilir mudik, ditemani secangkir teh atau kopi.
Harganya sangat terjangkau, mulai Rp8.000 per porsi.
7. Amplang Jadi Oleh-Oleh Renyah yang Wajib dibawa Pulang
Tidak lengkap meninggalkan Samarinda tanpa membawa amplang, camilan kerupuk ikan berbentuk bulat atau semi tabung dengan tekstur super renyah dan rasa gurih yang nagih.
Amplang Samarinda dibuat dari ikan gabus, ikan belida, atau ikan tenggiri yang dicampur dengan tepung tapioka dan bumbu rempah khas.
Meski sekilas mirip kemplang Palembang, bentuk dan rasanya berbeda dan lebih kaya.
Amplang tahan lama, mudah dikemas, dan tersedia di banyak toko oleh-oleh di Samarinda, menjadikannya buah tangan paling populer yang dibawa wisatawan ke seluruh penjuru Indonesia. (jay)




