Arus Publik

Cerita Penjual Es Serut Mesra Indah yang Tak Ikut Arus Minuman Kekinian: Sambil Ibadah, Ya Dijalani

by:
Lisa
Sabtu, 10 Januari 2026 22:52

PENJUAL ES SERUT - Lapak es serut ini telah hadir sejak sebelum 2007. Puji Raharjo, yang kini menjaga lapak tersebut, mulai berjualan sejak 2007, meneruskan usaha yang sudah lebih dulu berdiri/ HO to Arusbawah.co

“Sekarang kalau bisa dapat Rp12 juta sampai Rp13 juta per bulan itu sudah bagus,” katanya.

Menurut Puji, penurunan mulai terasa sejak sekitar 2016, bersamaan dengan melemahnya ekonomi dan munculnya minuman kekinian.

Pandemi Covid-19 turut memperberat kondisi, meski di beberapa momen sempat terjadi lonjakan penjualan.

Meski kondisi tak lagi seperti dulu, Puji memilih bertahan.

Bukan hanya karena kebutuhan ekonomi, tapi juga karena keyakinan pribadi.

“Kita bertahan saja. Bos juga bilang sambil ibadah. Jadi ya dijalani,” ucapnya.

Tetap Setia pada Resep Klasik

Es serut yang dijual tetap menggunakan gula asli, tanpa pemanis buatan.

Puji menilai, kualitas bahan menjadi alasan pelanggan lama masih setia.

“Kalau pakai pemanis itu enggak tahan, orang bisa batuk. Kita pakai gula asli,” jelasnya.

Harga Dijaga Demi Pelanggan Lama

Dalam sehari, penjualan normal berkisar 30 gelas, sangat bergantung pada cuaca.

Saat hujan, jumlah pembeli menurun drastis.

Tag

MORE