Arus Publik

Konten Peduli Satwa

Cerita di Balik Peristiwa Orang Utan Mengais Sampah di Tepi Jalur Perdau Bengalon (Part 2)

Jumat, 6 Februari 2026 11:31

LOKASI - Lokasi penemuan Sam, orang utan mengais sampah di Bengalon (Dok: Jaringan Penulis Alam)

ARUSBAWAH.CO -  Kelanjutan dari kisah Sam, orang utan jantan yang viral karena mengais sampah di tepi Jalur Perdau, Bengalon, membawa perhatian pada satu hal yang lebih besar: rusaknya habitat orang utan di kawasan meta-populasinya.

Peristiwa ini bukan sekadar tentang satwa mencari makanan manusia, tapi alarm bagi manusia tentang degradasi lingkungan dan fragmentasi hutan yang semakin parah.

Hilangnya Habitat: Dampak Langsung pada Perilaku Orang Utan

Paulinus Kristanto, Founder dan Direktur CAN Borneo, menekankan bahwa peristiwa Sam adalah cerminan kondisi kritis habitat orang utan

“Ini bukan soal orang utan mengais sampah semata. Hilangnya habitat merubah perilaku mereka. Orang utan berusaha bertahan hidup dengan apa pun yang bisa mereka temukan, termasuk sampah manusia. Habitat di sana terus menyusut, dan land clearing semakin mendekati jalan," ucapnya.

Hutan tersisa hanya di pinggir jalan, dan ketika tambang benar-benar mencapai jalur ini, tidak akan ada lagi tempat untuk orang utan bertahan. Satu-satunya opsi adalah memindahkan mereka ke hutan yang lebih aman," lanjut Paulinus Kristanto. 

Perilaku Sam mengais sampah adalah sinyal jelas bahwa kondisi lingkungan sudah tidak mendukung kehidupan liar.

Orang utan yang sebelumnya bisa hidup mandiri di hutan, kini terpaksa menyesuaikan diri dengan lingkungan manusia untuk bertahan.

Tag

MORE