ARUSBAWAH.CO - Upaya memperkuat ekosistem riset di Kalimantan Timur (Kaltim) terus dikebut.
Meski berbagai tantangan menghadang, mulai dari minimnya alokasi anggaran riset dari pusat hingga daerah, ditambah pemangkasan anggaran yang terjadi tahun ini, komitmen untuk menggerakkan kegiatan penelitian dan inovasi tidak boleh melemah.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim, Fitriansyah, menegaskan bahwa kolaborasi akan diperluas seluas mungkin sebagai strategi untuk menutup dampak efisiensi anggaran yang sedang dialami lembaganya.
Menurutnya, langkah ini menjadi krusial agar kegiatan litbang tetap berjalan meski ketergantungan pada anggaran pemerintah semakin terbatas.
“Beragam terobosan kami lakukan untuk memastikan riset tetap berkembang,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
BRIDA Kaltim selama ini telah membangun kemitraan dengan banyak perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, serta mulai membuka kerja sama dengan perusahaan.
Pendanaan alternatif menjadi kunci.
“Perusahaan punya R&D, CSR, hingga TJSL yang bisa diarahkan untuk mendukung riset,” jelasnya.
Ia bahkan menerima laporan bahwa sejumlah perusahaan tambang telah memiliki laboratorium biokultur lengkap dengan SDM iptek yang mumpuni.
Skema pendanaannya bisa berupa join funding.
“Dana pemda bisa dikombinasikan dengan kontribusi perusahaan,” tambahnya.
Model kerja sama serupa kini mulai diterapkan bersama kampus.
Menurut Fitriansyah, pendekatan pendanaan gabungan jauh lebih realistis dibanding sepenuhnya mengandalkan anggaran BRIDA Kaltim, mengingat satu penelitian saja dapat menghabiskan biaya besar, terutama untuk pengambilan sampel di lapangan.
“Satu kali sampling saja sudah memakan biaya perjalanan. Dan seringkali harus dilakukan berkali-kali. Waktu penelitian logam tanah jarang di Muara Wahau, penelitinya sampai melapor kehabisan logistik,” tuturnya.
Dengan memperluas jejaring dan membuka pintu pendanaan dari berbagai pihak, Pemprov berharap riset di Kaltim tidak mengalami stagnasi.
BRIDA menargetkan ekosistem riset yang lebih kuat, mampu melahirkan lebih banyak peneliti, sekaligus meningkatkan daya saing daerah dalam jangka panjang.
“Kami terus memperluas kolaborasi dan berinovasi agar kegiatan riset untuk kemajuan daerah tetap berjalan,” pungkasnya.
(ir/adv/diskominfokaltim)




