Perbedaan Pendaftaran Mahasiswa Jadi Kunci Fleksibilitas
Dasmiah menekankan perbedaan antara kampus negeri dan swasta adalah waktu pendaftaran mahasiswa dan skema pembayaran.
Ia menilai, kampus negeri sudah memulai kuliah sejak Agustus, sementara kampus swasta baru membuka pendaftaran pada September-Oktober.
“Kalau negeri dia kan sudah kuliah di September ini full loh mereka kuliah. Sementara apalagi kayak UINSI kan enggak bayar sama sekali. Kalau yang lain kan masih ada sempat bayar. UINSI enggak ada uang sama sekali loh,” jelasnya.
Terkait tudingan bahwa kampus swasta dilarang memungut biaya gedung atau SPP sebelum dana Gratispol cair, Dasmiah menegaskan hal itu keliru.
“Enggak, uang gedung boleh. Yang enggak boleh itu UKT. Nah, kalau di PTN kan tidak ada uang gedung,” ujarnya.
Ia menambahkan, kampus swasta tetap boleh memungut uang gedung dengan jumlah wajar agar kuota mahasiswa tetap terpenuhi.
“Sementara mereka boleh memungut uang gedung, tapi kita minta janganlah besar-besar supaya mahasiswamu banyak, supaya banyak yang kuliah. Uang gedung berarti kan masa sebulan aja membutuhkan berapa ratus juta biaya. Kan nggak masuk akal,” katanya.
Keterlambatan Dana Gratispol Disebut Tidak Menjadi Masalah
Dasmiah menegaskan, soal keterlambatan transfer dana Gratispol seharusnya tidak menjadi masalah bagi kampus swasta.
SPP tetap akan ditanggung Gratispol, sementara biaya lain seperti uang gedung, pendaftaran, dan almamater bisa diatur kampus secara mandiri.
“Makanya kemarin dengan beberapa perguruan tinggi swasta, kalian jangan bikin masalah dong, yang harusnya tidak masalah. Itu loh enggak enggak masuk akal kan?” tegasnya
Tag



