Ia mengingatkan kontraktor agar tidak mengorbankan mutu demi mengejar waktu.
“Sisa 10 persen ini bukan pekerjaan ringan. Harus benar-benar dikerjakan dengan serius,” tegas Ekti di lokasi.
Ekti juga menyampaikan dua opsi kepada pihak pelaksana, yakni menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal 31 Desember 2025, atau mengajukan adendum penambahan waktu sesuai ketentuan yang berlaku.
“Harapan kita tentu yang terbaik untuk jalan ini, karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat Mahakam Ulu,” tambahnya.
Pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang sendiri menjadi salah satu proyek prioritas Pemprov Kaltim untuk membuka keterisolasian Mahulu, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pedalaman. (sobizz/pra)
Tag



