ARUSBAWAH.CO - Di tengah ratusan pedagang di Pasar Segiri Kota Samarinda, ada satu kios justru jadi penyeimbang harga di Kalimantan Timur (Kaltim).
Kios bernama SIGAP milik Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS) hadir menjual beras dan minyak goreng lebih murah, saat harga pasar kerap naik tak terkendali.
Kios SIGAP telah berdiri sejak 4 Maret 2024 dan ditempatkan di salah satu titik strategis berlokasi di Pasar Segiri, kota Samarinda.
Fungsinya menjadi toko penyeimbang dengan harga yang lebih murah dan stabil dibanding harga pasar pada umumnya.
Harga Beras dan Minyak di Kios SIGAP Mengacu HET
Data harga yang dipasang di Kios SIGAP menunjukkan angka yang terukur.
Minyak goreng merek Minyak Kita dijual Rp15.700 per liter atau Rp31.400 untuk kemasan 2 liter.
Angka itu mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Untuk beras, SIGAP menjual beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kualitas medium sesuai HET wilayah Kalimantan, yakni Rp13.100 per kilogram.
Dalam kemasan 5 kilogram, harga dipatok Rp63.000.
Jika dibandingkan dengan fluktuasi harga di pasar tradisional yang kerap menembus di atas HET, selisih ini menjadi titik intervensi yang signifikan.
SIGAP Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Penugasan Pemprov Kaltim
Sekretaris PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda), Abad Manfita, menegaskan bahwa SIGAP bukan sekadar unit bisnis, melainkan penugasan langsung dari Pemerintah Provinsi Kaltim.
“SIGAP tidak semata-mata kami posisikan sebagai unit usaha, tetapi sebagai bentuk pelaksanaan penugasan Pemprov Kaltim untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan pokok dengan harga yang wajar,” ujarnya kepada Arusbawah.co saat ditemui langsung di kios SIGAP pada, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, sejak Maret 2024, perusda MBS diminta mengambil peran aktif dalam pengendalian inflasi daerah.
Tag



