Arus Publik

Belajar dari Inggris, Transparansi Biaya Kunjungan Luar Negeri Ternyata Seterbuka Itu! Kaltim Bisa Tiru?

Kamis, 4 September 2025 13:15

KOLASE - Ilustrasi transparansi, Koordinator Pokja 30 Buyung Marajo dan rombongan Pemprov Kaltim saat berada di Maroko/ ASET: IST (kolase oleh Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.COTransparasi dalam kunjungan luar negeri menjadi suatu isu yang terkesan jarang dipubliksi di pemberitaan media-media di Indonesia. 

Terkadang, publik hanya dapat mengetahui, jadwal kepergian hingga rute kunjungan luar negeri suatu pejabat daerah. 

Sementara untuk hal-hal lain, seperti misalnya biaya kunjungan, tujuan perjalanan dan hasil output dari perjalanan luar negeri pejabat daerah, seringkali tak dimunculkan. 

Hal itu berbeda dengan apa yang terjadi di Inggris. 

Di negara tersebut, pemerintah setempat dikenal sangat transparan berkaitan dengan kunjungan luar negeri

Publikasi kepada publik, sangat mudah diakses. Bahkan informasi yang terbuka ke publik itu, bukan hanya soal tujuan kunjungan, melainkan sampai pada biaya perjalanan, biaya menginap, hingga lokasi menginap pada pejabat ketika kunjungan luar negeri

Pemerintah Inggris dikenal secara rutin (kuartalan) mempublikasikan data perjalanan luar negeri para menteri dan pertemuan dengan organisasi eksternal melalui situs GOV.UK.

Informasi kunjungan luar negeri itu, mencakup detail perjalanan resmi, seperti tempat, tanggal, dan nama menteri yang melakukan perjalanan. 

Ada pula publikasi soal biaya yang ditanggung oleh departemen, termasuk tiket, akomodasi, makan, mobil, visa, dan lain sebagainya

Serta untuk informasi tambahan, seperti misalnya saat pejabat setempat menggunakan pesawat sewaan atau RAF (Royal Air Force), akan dicantumkan jumlah pendamping, serta total biaya dikurangi pendapatan dari penumpang bukan pemerintah. 

Arusbawah.co turut membuka dan situs GOV.UK itu pada Rabu (3/09/2025). 

Dapat ditemukan dengan mudah, soal perjalanan luar negeri Jonathan Reynolds (politikus yang juga adalah Menteri Negara Urusan Bisnis dan Perdagangan serta Presiden Dewan Perdagangan Inggris). 

Sejak Januari - Maret 2025, tercatat ia sudah 4 kali melakukan kunjungan luar negeri. Terinci pula soal cost/ biata perjalanan, serta tujuan dari perjalanan tersebut. 

Yakni terinci sebagai berikut: 

21–24 Januari, Davos, Swiss, menghadiri World Economic Forum:

  • Biaya transportasi: £285.88
  • Biaya akomodasi & lainnya: £3 787.50
  • Total: £4 073.38 (sekitar Rp83.504.290)

23–26 Februari, Delhi, India, memulai kembali negosiasi UK-India FTA:

  • Total biaya: £7 920.52 (sekitar Rp162.370.660)

4–7 Maret, Tokyo, Jepang, mengikuti pertemuan ekonomi 2+2 UK–Jepang dan dialog kebijakan:

  • Transportasi: £11 844.72
  • Lainnya: £868.54
  • Total: £12 713.26 (sekitar Rp260.623.830)

17–19 Maret, Washington DC, AS, pertemuan dengan pejabat perdagangan AS:

Tag

MORE