Total aset perusahaan naik dari Rp41,40 miliar pada 2024 menjadi Rp50,63 miliar pada 2025 atau bertambah sekitar Rp9,22 miliar.
Dalam dunia akuntansi, aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan, mulai dari kas, piutang, persediaan, tanah, bangunan hingga aset lainnya yang memiliki nilai ekonomi.
Kenaikan aset Varia Niaga terutama ditopang oleh bertambahnya nilai aset tetap yang naik dari Rp27,94 miliar menjadi Rp36,46 miliar.
Perusahaan juga mulai mencatat aset pajak tangguhan sebesar Rp952 juta, yang belum ada pada laporan tahun sebelumnya.
- Perbaikan IPA Bendang 1 Dimulai 15 Juli 2026, Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Samarinda Berpotensi Terganggu
- Jadwal Pemadaman Listrik Kutai Kartanegara Hari Ini, 14 Juli 2026: Desa Muara Aloh Terdampak
- Daftar Tambang Batu Bara Underground Mining di Kalimantan Timur, dari yang Beroperasi hingga Tahap Studi Kelayakan
Kas Naik Dua Kali Lipat
Likuiditas perusahaan juga terlihat membaik.
Saldo kas dan setara kas meningkat cukup signifikan dari Rp1,51 miliar menjadi Rp3,69 miliar.
Artinya, dana tunai yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasional sehari-hari meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, piutang usaha justru turun dari Rp9,15 miliar menjadi Rp4,98 miliar.
Penurunan piutang ini dapat menunjukkan berkurangnya tagihan yang belum dibayar pelanggan, meski penyebab pastinya tetap perlu dikonfirmasi kepada manajemen perusahaan.
Cadangan kerugian piutang juga turun dari Rp3,30 miliar menjadi Rp1,18 miliar.
Kondisi positif lainnya terlihat dari sisi liabilitas atau kewajiban perusahaan.
Total liabilitas turun dari Rp24,21 miliar menjadi Rp23,31 miliar.
Sebagian besar kewajiban masih berasal dari utang usaha sebesar Rp21,54 miliar, yakni utang kepada pemasok barang maupun jasa.
Namun dibandingkan tahun sebelumnya, perusahaan sudah tidak lagi memiliki utang bank sebesar Rp200 juta maupun utang lainnya sebesar Rp100,9 juta.
Tag



