Arus Daerah

Bayangan Jangan Tutupi Piring Saat Makan! Ini Kumpulan Mitos Dayak Ngaju Kalimantan Tengah

Ada 3 Jenis Kue Tradisional Jadi Kisah Mistis

Senin, 6 Oktober 2025 17:2

MITOS - Potret Jembatan Tumbang Samba dan Bundaran Besar Palangka Raya di Kalimantan Tengah (Foto: DISPERKIMTAN Kalimantan Tengah)

Secara simbolis, bayangan yang menutupi piring dianggap sebagai pertanda “gelap” atau “tidak berkat,” karena waktu malam adalah saat energi negatif mulai muncul.

Dari sisi logika, larangan ini bisa dimaknai agar orang tidak makan terlalu malam karena dapat mengganggu pencernaan dan kesehatan tubuh.

4. Dilarang Buang Tulang Ikan atau Sisa Makanan di Malam Hari

Konon, tindakan ini dapat mengundang roh halus atau makhluk tak kasat mata yang tertarik dengan aroma makanan.

Namun di balik kepercayaan tersebut, tersimpan nilai kebersihan dan kewaspadaan.

Dahulu, rumah-rumah masih berdiri di tepi hutan atau sungai sehingga membuang sisa makanan di malam hari bisa memancing hewan liar datang.

5. Beli Jarum Malam Hari Dianggap Bawa Sial

Jarum dianggap benda tajam yang memiliki “energi” tersendiri.

Membelinya di malam hari dipercaya bisa membawa kesialan atau “menusuk” rezeki sendiri.

Secara makna simbolik, larangan ini mengajarkan agar aktivitas jual-beli dilakukan di waktu yang baik, serta agar orang tidak keluar rumah malam-malam tanpa alasan penting.

6. Pantang Bawa Ketan atau Telur saat Lewat Sungai

Masyarakat Dayak Ngaju percaya bahwa sungai memiliki penjaga, biasanya berupa buaya gaib.

Membawa makanan seperti ketan dan telur dianggap bisa “memanggil” perhatian makhluk penunggu air tersebut.

Di sisi lain, pantangan ini juga bisa dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap alam, sekaligus pengingat agar masyarakat berhati-hati saat melintasi sungai.

7. Pantangan Membawa Jajanan Tradisional, Apa Saja?

Di samping itu, ada pula sumber yang mengatakan untuk tidak membawa beberapa jenis jajanan (kue) tradisional ketika melakukann perjalanan jauh, khususnya pada malam hari.

Jika terpaksa membawa makanan tersebut, masyarakat percaya harus “berbagi” dengan makhluk penunggu jalan.

Tag

MORE