Menurut dia, kegiatan sosial perusahaan selama ini banyak dilakukan di tingkat desa hingga kabupaten.
“Biasanya di desa-desa, di kecamatan, atau kegiatan Ramadan di tingkat kabupaten,” katanya.
Untuk kegiatan di tingkat provinsi, kata Muslim, baru kali ini dilakukan secara bersama melalui forum perusahaan.
“Kalau di provinsi ini memang baru. Karena di kabupaten biasanya masing-masing perusahaan,” ujarnya.
Perusahaan Menyediakan Takjil Sendiri
Ia juga menegaskan kontribusi perusahaan bukan berupa uang yang diserahkan kepada pemerintah.
“Bukan berupa dana. Kami menyediakan takjil sendiri,” kata Muslim.
Ia mengatakan perusahaan bahkan menyiapkan jumlah takjil lebih banyak untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat.
“Kalau masyarakat yang datang membludak, biasanya kami lebihkan sedikit,” ujarnya.
Namun Muslim mengakui dalam program pemberdayaan masyarakat perusahaan tambang, surat dari pemerintah sering diperlukan sebagai dasar administrasi.
“Kalau perusahaan mengeluarkan dana biasanya memang perlu surat dari pihak pemerintah atau OPD,” katanya.
Menurut dia, pola seperti itu sudah biasa dalam kerja sama antara perusahaan dan pemerintah daerah.
“Biasanya memang begitu. Kami sering berkolaborasi dengan pemerintah untuk kegiatan sosial,” kata Muslim.
(wan)
- 'Bungul Pada Kelom' Ucap Isran Noor Tanggapi Sudarno Sebut Ada Anggaran Sewa Helikopter Rp24 Miliar di Era Lama
- Dua Kali Berturut Juara Dunia MTQ, Imranul Karim Sempat Tertipu Rp120 Juta, Rumah Terbakar hingga Sering Dibully
- Pemprov Kaltim Tunggu Rp 8,5 Miliar Masuk Kas Daerah sebelum Serahkan Kembali Mobil Dinas Range Rover ke Penyedia
Tag




