ARUSBAWAH.CO - Genangan air setinggi pinggang orang dewasa masih menutup Desa Lung Melah, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur.
Sudah lima hari berturut turut wilayah ini tak benar benar kering.
Aktivitas warga terhenti, akses antar RT ikut terpotong, dan sebagian rumah hanya terlihat setengah dari kejauhan.
Listrik Mati Nyala Perburuk Situasi Warga
Di tengah banjir yang belum surut itu, masalah lain muncul yaitu listrik yang tidak stabil.
Warga menyebut, aliran listrik hanya hidup sebentar, lalu mati berjam jam.
Warga bukan cuma kehilangan penerangan, tetapi juga tak bisa menyalakan alat masak, mengisi daya ponsel, hingga memompa air bersih.
Ketua RT 01, Maria Martina, menyebut kombinasi banjir dan listrik yang mati nyala sudah melewati batas kewajaran.
Ia menggambarkan hari hari terakhir sebagai situasi bertahan hidup.
“Air sudah tinggi sampai sepinggang, listrik juga mati nyala. Kami di sini sangat kesulitan, apalagi sudah tiga hari kondisi begini,” ujar Maria saat dihubungi, Jumat (12/12/2025).
Aktivitas Ekonomi Warga Terhenti Total
Kesulitan itu menyebar ke hampir semua rumah di kampung.
Warga harus memindahkan lemari, kasur, dan barang penting ke tempat lebih tinggi.
Sebagian keluarga berjaga malam karena tak ada penerangan sama sekali.
Sementara aktivitas ekonomi tidak bergerak warung tak bisa buka, petani tak bisa keluar, dan seluruh kegiatan harian macet.
Warga Minta Pemerintah Perbaiki Pembangkit Listrik Desa
Resa Agustina, warga lainnya, mengatakan persoalan yang mereka hadapi bukan hanya soal air yang menutup jalan, tetapi juga pembangkit listrik desa yang diduga belum dapat bekerja normal sejak awal banjir.
“Mesin lampu atau pembangkit di desa kami belum bisa nyala penuh setiap hari. Harapan kami pemerintah bisa segera memperbaiki, supaya warga tidak terus gelap saat banjir seperti ini,” ujar Resa dikonfirmasi terpisah.
Sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah karena tak ada pos pengungsian yang disiapkan khusus.
Warga kini memilih tetap bertahan sambil memindahkan barang barang ke tempat lebih tinggi.
Mereka berharap bantuan logistik segera disalurkan, mengingat aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian terganggu sejak banjir melanda.
Belum Ada Penjelasan Resmi dari Pemerintah Kabupaten
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah kabupaten belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan banjir maupun perbaikan mesin listrik di Desa Lung Melah.
Warga berharap respon cepat agar kondisi tidak semakin buruk.
(wan)




