ARUSBAWAH.CO - Banjir yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, sudah berlangsung lima hari.
Air belum benar-benar turun sejak pertama kali masuk pada Minggu, 7 Desember 2025.
Desa Kernyanyan menjadi salah satu titik terparah dari delapan desa yang ada di kecamatan itu.
Wilayah seluas 70 kilometer persegi itu terendam dari tepi sungai hingga permukiman paling padat.
Luapan air sungai yang biasanya terkendali tiba-tiba melebar sampai puluhan meter.
Penjelasan Kepala Desa Soal Kondisi Terbaru Banjir
Kepala Desa Kernyanyan, M. Syami’un, mengonfirmasi kondisi itu saat dihubungi wartawan Arusbawah.co pada, Jumat, (12/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa penurunan debit air baru terjadi sedikit sekali.
“Untuk hari ini sampai sekarang itu kurang lebih satu jengkal turun. Sudah berangsur-surut tapi hanya sejengkal,” ujarnya saat berbincang kepada redaksi.
M. Syami’un menyebut dalam lima hari itu, setiap jam hanya air yang sedikit bergerak turun.
"Dari tadi pagi sampai sekarang itu kurang lebih satu jengkal sudah turun,” tambahnya.
150 Rumah Terendam dan Seluruh Warga Terdampak
Dari pengamatan aparat desa itu, ada sekitar 150 rumah yang terendam.
Ia mengatakan bahwa semua warga desa Kernyanyan terdampak.
“Kalau korban jiwa enggak ada. Kalau korban banjir semua kena. Semua rumah kena. Kalau enggak salah kurang lebih 150 rumah yang terdampak banjir,” katanya.
Tag



