Advertorial

Disdikbud Kota Bontang

Bahas Kasus 'Anak Gemulai', Disdikbud Bontang Gelar Pertemuan Lintas Instansi

Selasa, 4 November 2025 16:55

PERTEMUAN - Disdikbud Bontang Gelar Pertemuan Lintas Instansi untuk Bahas Kasus Anak Gemulai (Kolase: Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.CO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menggelar pertemuan bersama sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kota Bontang untuk membahas isu yang tengah menjadi sorotan publik, yakni kasus terkait perilaku anak gemulai.

Agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperkuat koordinasi dalam menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan anak dan dunia pendidikan.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengungkapkan bahwa pertemuan kali ini masih berada pada tahap diskusi awal sehingga belum menghasilkan kesimpulan maupun langkah final.

Ia menyebut pertemuan lanjutan akan segera dijadwalkan guna memperdalam kajian dan merumuskan solusi yang tepat.

“Hasil akhir pertemuan ini memang belum sampai pada solusi. Karena itu, kami akan melakukan pertemuan kembali dengan lintas instansi agar bisa merumuskan solusi terbaik secara komprehensif,” tutur Abdu Safa, Selasa (4/11/2025).

Meski begitu, Disdikbud telah menyiapkan salah satu langkah konkret yang tengah diusulkan, yakni pembentukan tim deteksi dini.

Tim ini nantinya bertugas memantau dan mengantisipasi berbagai perilaku maupun fenomena sosial yang muncul di lingkungan sekolah sehingga potensi masalah dapat ditangani sejak awal.

“Program pembentukan tim deteksi dini sudah kami sampaikan ke Wali Kota. Saat ini kami masih menunggu arahan dan keputusan dari pemerintah kota untuk tindak lanjutnya,” jelasnya.

Abdu Safa berharap, apabila program tersebut mendapat persetujuan, implementasinya bisa segera dilakukan di seluruh satuan pendidikan di Kota Bontang.

“Kami ingin inovasi ini diterapkan di sekolah-sekolah agar lingkungan pendidikan tetap kondusif dan mampu menjadi ruang pembentukan karakter positif bagi peserta didik,” pungkasnya.

(adv)

Tag

MORE