Guru Antusias, Minta Penguatan Cara Mengajar
Berangkat dari hasil pemetaan tersebut, INOVASI bersama Otorita IKN memutuskan memulai intervensi dari penguatan literasi dan numerasi.
Pelatihan dilakukan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) dengan pola pendampingan langsung di sekolah setiap bulan.
Menariknya, menurut Juprianto, guru-guru justru sangat antusias mengikuti pendampingan.
“Guru-guru meminta penguatan memang gurunya yang meminta ada penguatan untuk pengajaran literasi numerasi,” ujarnya.
Program tidak hanya berisi pelatihan teknis membaca dan berhitung, tetapi juga menyentuh cara berpikir guru dalam mengajar.
Salah satu materi yang paling berkesan justru adalah growth mindset atau pola pikir bertumbuh.
“Materi yang paling menyentuh adalah growth mindset,” kata Juprianto.
Guru didorong untuk berani mencoba, tidak takut salah, dan terus memperbaiki diri dalam proses pembelajaran.
“Mereka benar-benar menjadi terbuka dengan materi itu,” lanjutnya.
Selain itu, sekolah juga mendapatkan hibah buku bacaan dengan ilustrasi penuh warna dan cerita ringan untuk meningkatkan minat baca siswa.
“Guru-guru semangat, senang karena ternyata itu membantu murid-murid mereka lebih terlibat dalam belajar,” ujarnya.
Guru Belajar Lagi dari Konsep Dasar Numerasi
Tak hanya literasi, penguatan numerasi juga menjadi perhatian serius setelah hasil asesmen menunjukkan kemampuan matematika siswa lebih rendah lagi.
Dalam pendampingan numerasi, INOVASI menemukan banyak konsep dasar matematika yang selama ini terlewat dalam pembelajaran guru.
“Mereka rata-rata ngajarkannya langsung bilangan, langsung lambang bilangan, enggak kenal benda konkretnya,” ungkap Juprianto.
Padahal, menurutnya, matematika seharusnya diajarkan bertahap mulai dari benda konkret, gambar, hingga simbol abstrak.
Konsep pola bilangan yang selama ini dianggap sederhana pun ternyata penting untuk membangun logika dasar siswa.
“Pola itu kadang-kadang enggak dianggap penting. Padahal pola itu cukup penting,” katanya.
Dari Kelas hingga Kantin: Sekolah Mulai Berubah
Program INOVASI di IKN juga tidak hanya berbicara soal membaca dan berhitung.
Nilai gender, inklusivitas sosial, hingga kesadaran perubahan iklim ikut dimasukkan ke dalam budaya belajar sekolah.
Guru mulai didorong untuk tidak membedakan siswa berdasarkan gender dan menerapkan pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing anak.
Tag



