Ia menyambut positif rencana Gubernur Kaltim untuk pengerukan sedimen di Sungai Mahakam serta normalisasi sungai-sungai lain di wilayah tersebut.
Meski begitu, ia menekankan bahwa program tersebut berdurasi panjang dan memerlukan dana besar, sementara kebutuhan penanganan banjir membutuhkan solusi segera.
“Program pengerukan itu besar dan memerlukan waktu. Di sisi lain, antisipasi cepat seperti kolam retensi tambahan sangat dibutuhkan. Saya juga minta drainase diperlebar agar lebih efektif menampung aliran air,” jelasnya.
Subandi mewakili Komisi III DPRD Kaltim menyampaikan langsung permintaan itu dalam forum Musrenbang yang baru saja dilaksanakan.
Menurutnya, Samarinda yang merupakan ibu kota provinsi harus diprioritaskan dalam penanganan infrastruktur banjir.
“Pemerintahan dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim berinteraksi di Samarinda, belum lagi tamu nasional dan internasional. Kalau kota ini terus kebanjiran, aktivitas ekonomi, sosial, dan birokrasi akan terganggu,” terangnya.
Ia mengakhiri pernyataannya dengan harapan Samarinda tidak terus-menerus terdampak banjir saat musim hujan. (adv)
Tag



