Gedung delapan lantai itu menjadi simbol pengembangan layanan jantung di RSKD Balikpapan.
Setiap lantai memiliki fungsi berbeda, mulai dari instalasi gawat darurat khusus jantung, ruang kateterisasi, ruang operasi, ICU jantung hingga ruang rawat inap khusus pasien jantung.
RSKD Balikpapan Siapkan Neuro Center untuk Layanan Stroke dan Gangguan Saraf
Dalam penjelasannya, dr. Ariesanty Irawaty mengatakan pengembangan layanan tidak berhenti pada pelayanan jantung semata.
Rumah sakit juga tengah menyiapkan Neuro Center yang akan melengkapi pelayanan neurologi terpadu.
"Ke depan lantai dua dan lantai empat akan menjadi Neuro Center. Di sana ada ruang tindakan, ICU hingga rawat inap sehingga pelayanan stroke dan gangguan saraf bisa terintegrasi," jelasnya.
Gedung Lavender Jadi Pusat Layanan Kanker Terpadu di RSKD Balikpapan
Tidak hanya gedung jantung, rombongan juga diperkenalkan dengan Gedung Lavender yang menjadi pusat layanan kanker terpadu.
Melalui paparan para dokter, di gedung ini tersedia layanan radioterapi, brachytherapy, kemoterapi dewasa, kemoterapi anak hingga pelayanan hemato-onkologi anak.
Menurut dr. Ariesanty, seluruh pelayanan tersebut sengaja dipusatkan dalam satu kawasan agar pasien memperoleh layanan yang lebih mudah dan menyeluruh.
"Di Lavender ada poliklinik kanker, rawat inap, kemoterapi dewasa, kemoterapi anak, radioterapi sampai brachytherapy. Jadi pelayanan kanker kami buat terintegrasi dalam satu kawasan," ujarnya.
Ia menambahkan, RSKD saat ini memiliki dua unit radioterapi yang meningkatkan kapasitas pelayanan pasien kanker.
"Radioterapi kami ada dua unit. Artinya kemampuan pelayanan radioterapi di sini lebih besar sehingga pasien bisa memperoleh penanganan lebih optimal," katanya.
Kapasitas 572 Tempat Tidur, RSKD Balikpapan Terus Tingkatkan Pelayanan
Di sisi lain terdapat Gedung H. Imdaad Hamid yang awalnya dibangun untuk menghadapi pandemi Covid-19.
Kini gedung tersebut dimanfaatkan sebagai ruang isolasi, ICU, stroke unit serta pengembangan berbagai layanan sesuai kebutuhan rumah sakit.
RSKD Balikpapan juga memiliki kapasitas rawat inap sebanyak 572 tempat tidur yang tersebar di sejumlah gedung pelayanan.
Fasilitasnya mulai dari kelas III hingga VIP Super, lengkap dengan ruang intensif yang mencapai puluhan tempat tidur untuk berbagai kebutuhan perawatan kritis.
Selama hospital tour, suasana terasa cair.
Sesekali terdengar candaan antara Marketing RSKD dr. Marissa Aprilya atau yang akrab di sapa dr. Ica dan awak media.
Namun di balik candaan itu, diskusi tetap mengarah pada substansi, yakni bagaimana pelayanan di gedung Jantung terus ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur.
Sebelum mengakhiri kegiatan hospital tour, dr. Marissa berharap kunjungan media dapat memperlihatkan kepada masyarakat bagaimana pelayanan di RSKD dijalankan setiap hari.
"Kami ingin teman-teman media melihat sendiri bagaimana pelayanan kami berjalan. Harapannya informasi yang sampai ke masyarakat benar dan sesuai dengan kondisi di lapangan," tuturnya.
(wan)
- Menyusuri Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower Kanujoso, Fasilitas Modern dengan Suasana Bersih dan Nyaman
- Berobat Tak Harus Jauh, RSUD AWS Samarinda Kini Punya Layanan yang Dulu Hanya Ada di Kota Besar
- Memahami PET-CT Scan di RSUD AW Sjahranie, Teknologi untuk Deteksi dan Penanganan Kanker yang Ada Satu-satunya di Kaltim
- Apa Itu Akreditasi JCI? Standar Internasional yang Kini Dipersiapkan RSUD Kanujoso Balikpapan
Tag




