ARUSBAWAH.CO - Rumah sakit sering kali hanya dikenal ketika seseorang sedang sakit.
Padahal, di balik ruang perawatan, lorong-lorong bangunan, hingga meja rapat para dokter, ada cerita tentang bagaimana pelayanan kesehatan dibangun setiap hari.
Cerita itu yang ingin dilihat langsung oleh redaksi Arusbawah.co saat berkunjung ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan pada Rabu, 15 Juli 2026 lalu.
Perjalanan dimulai sejak pagi.
Sekitar pukul 07.00 Wita, enam orang dari redaksi Arusbawah.co berangkat dari Samarinda menuju Balikpapan.
Rombongan terdiri dari direktur, pemimpin redaksi hingga wartawan.
Tujuan mereka bukan sekadar bersilaturahmi, tetapi ingin melihat langsung bagaimana pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur itu dijalankan dari balik layar.
Sesampainya di kawasan RSKD Balikpapan, rombongan langsung menuju Gedung Anggrek Hitam.

Di sana, suasana penyambutan berlangsung hangat.
Jajaran pimpinan rumah sakit sudah menunggu.
Hadir Wakil Direktur Umum dan Keuangan Rosjidah Rahmawati, Wakil Direktur Medik dan Keperawatan dr. Ariesanty Irawaty, Kepala Marketing RSKD dr. Marissa Aprilya, serta di sela-sela kegiatan turut bergabung Direktur Utama RSKD dr. Ahmad Jais.
Mereka menyambut rombongan dengan obrolan santai sebelum diskusi dimulai.
Pertemuan berlangsung sederhana.
Nasi kotak berisi ayam goreng beserta sebotol air putih disajikan di sela-sela diskusi.
Tidak ada suasana formal yang kaku.
Para dokter memilih berbincang santai sambil menjelaskan bagaimana rumah sakit terus berbenah.
Bagi redaksi Arusbawah.co, cara seperti itu justru membuat banyak informasi bisa digali lebih dalam.
Diskusi tidak hanya berisi paparan angka.
Para dokter bergantian menjelaskan bagaimana sebuah rumah sakit rujukan bekerja selama 24 jam tanpa henti, mulai dari pelayanan pasien gawat darurat, rawat inap, rawat jalan hingga berbagai layanan unggulan yang terus dikembangkan.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSKD, Rosjidah Rahmawati, mengatakan pihaknya sengaja mengajak media melihat langsung pelayanan rumah sakit agar informasi yang diterima masyarakat sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Kalau teman-teman tidak tahu secara utuh, tentu tidak akan memberitakan yang pasti dan jelas. Karena itu kami ingin media melihat langsung bagaimana pelayanan di rumah sakit berjalan," ujarnya.
Di sela diskusi, para dokter juga bercerita mengenai perubahan besar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut mereka, rumah sakit tidak bisa lagi hanya mengandalkan bangunan dan alat kesehatan.
Kecepatan pelayanan, kemudahan akses, hingga kemampuan tenaga medis kini menjadi ukuran utama kepercayaan masyarakat.
RSKD Balikpapan Didukung 145 Dokter dan Ratusan Tenaga Kesehatan
Data yang dipaparkan menunjukkan besarnya organisasi rumah sakit tersebut.
Tag



