ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memaparkan perkembangan struktur ekonomi daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar di Odah Etam, Kamis (30/4/2026).
Dalam pemaparan Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, terlihat adanya pergeseran signifikan dalam struktur ekonomi selama periode 2019 hingga proyeksi 2025.
Sektor pertambangan yang selama ini dominan, mulai menunjukkan tren penurunan kontribusi.
Kontribusi Tambang Turun, Sektor Lain Mulai Naik
Pada 2019, sektor pertambangan dan penggalian masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 45,52 persen terhadap struktur ekonomi daerah.
Namun, angka tersebut menurun menjadi 43,19 persen pada 2023, dan diproyeksikan turun cukup tajam menjadi 34,18 persen pada 2025.
Penurunan ini menandai mulai berjalannya transformasi ekonomi Kaltim dari ketergantungan terhadap sektor ekstraktif menuju sektor yang lebih beragam.
Industri Pengolahan dan Konstruksi Menguat
Seiring turunnya kontribusi sektor tambang, beberapa sektor lain menunjukkan peningkatan.
Industri pengolahan naik dari 17,87 persen pada 2019 menjadi 20,12 persen pada 2025.
Sementara sektor konstruksi juga mengalami peningkatan dari 8,98 persen menjadi 11,58 persen.
Kenaikan ini menunjukkan adanya dorongan pada sektor hilirisasi dan pembangunan infrastruktur di Kaltim.
Sektor Jasa dan Perdagangan Ikut Tumbuh
Sektor jasa juga mengalami pertumbuhan, dari 9,01 persen pada 2019 menjadi 10,81 persen pada 2025.
Perdagangan besar dan eceran meningkat dari 5,87 persen menjadi 7,62 persen, diikuti transportasi dan pergudangan yang naik dari 3,69 persen menjadi 4,73 persen.
Sementara itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga mengalami kenaikan meski relatif kecil, dari 1,03 persen menjadi 1,25 persen.
Pertanian Mulai Menguat
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga menunjukkan tren positif, naik dari 7,95 persen pada 2019 menjadi 9,58 persen pada 2025.
Hal ini menjadi sinyal bahwa sektor non-tambang mulai mendapatkan ruang lebih besar dalam struktur ekonomi daerah.
Jadi Indikator Transformasi Ekonomi
Perubahan struktur ini menjadi indikator penting dalam upaya transformasi ekonomi daerah.
Meski sektor tambang masih menjadi kontributor terbesar, tren penurunan tersebut diimbangi dengan pertumbuhan sektor lain yang lebih berkelanjutan.
Pergeseran ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Kaltim ke depan. (pra)
- Paparan Sekda Kaltim soal 9 Masalah Utama Daerah di Musrenbang 2027, dari Pendidikan hingga Ekonomi
- Data Proyek Rehab Balaikota Samarinda 2023-2025! Tahun Lalu Dikucur Rp 31 Miliar untuk Interior - MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing)
- Ini 4 Pembangunan Jalan yang Direncanakan PUPR Mahulu di 2026, Terbesar di Simpang Tikah–Simpang Budaya Rp73,9 Miliar




