Ketika ditegaskan apakah lonjakan Rp193 miliar itu memang termasuk untuk Alkes di gedung jantung, Jaya mengiyakan.
“Oh, iya. Tadinya kan uang segitu tuh kan dibagi dua tuh. Dengan RSUD AWS. Cuman karena RSUD AWS belum selesai gedungnya, maka diarahkan ke yang sudah selesai itu kan RSUD Kanujoso,” jelasnya.
Ia juga menyebut, dengan anggaran besar itu, fasilitas jantung di RSUD Kanujoso ditargetkan bisa langsung beroperasi penuh awal tahun 2026.
“Ya, nanti kalau sudah selesai kemudian sudah lengkap mudah-mudahan bulan Januari sudah bisa langsung operasional ya. Nanti ada peresmiannya nanti secara ini grand opening-nya,” ujarnya.
Kebutuhan Alkes RSUD Kanujoso Sebenarnya Capai Rp250 Miliar
Meski begitu, Jaya menekankan kebutuhan sebenarnya untuk melengkapi Alkes gedung jantung RSUD Kanujoso mencapai Rp250 miliar.
Karena itu jaya menjelaskan, pengadaan alat kesehatan dilakukan secara bertahap.
“Iya, sebenarnya kebutuhannya kan 250 miliar untuk Alkes saja. Bertahap tahun ini sama tahun depan. Kita anggarkan di dua rumah sakit, karena RSUD AWS ini gedungnya belum selesai. Jadi dia tidak menyerap anggaran untuk tahun perubahan ini, mungkin tahun depan, difokuskan di rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan yang gedungnya sudah selesai,” ungkapnya.
Gratispol Kesehatan Kaltim Berubah Arah dari BPJS ke Alkes RSUD
Di pemberitaan sebelumnya, Jaya menegaskan pengadaan Alkes ini merupakan salah satu bagian dari program Gratispol Kesehatan, yang digagas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Tag



